PSS Sleman

Gandeng BCS, PSS Sleman Bentuk Tim Advokasi Penuntasan Kasus Penganiayaan Aditya Eka Putranda

Tujuan dibentuknya tim advokasi ini agar kasus tersebut segera selesai  serta hal ini tidak terjadi kembali karena akan menimbulkan efek jera.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM/ Taufiq Syarifudin
Direktur PT PSS, Andywardhana Putra 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PSS), Andywardhana Putra mengatakan pihak manajemen akan bekerjasama dengan Brigata Curva Sud (BCS), wadah suporter PSS Sleman , untuk membentuk tim advokasi penuntasan kasus penganiayaan kepada Aditya Eka Putranda.

Diketahui, Aditya adalah satu di antara suporter PSS Sleman yang kehilangan nyawa sebab penganiayaan sepulang menyaksikan laga Tim Super Elang Jawa melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (27/8/2022) lalu.

"Kami bersama BCS saat ini sudah membuat tim advokasi untuk mengusut tuntas kasus ini. Semoga dengan adanya hal ini, kasus tersebut bisa segera tuntas serta pelaku diberikan hukuman yang setimpal," kata Andy, Kamis (1/9/2022).

Baca juga: PSS Sleman dan BCS Bentuk Tim Advokasi, Usut Tuntas Tewasnya Suporter

Saat ini pihak Kepolisian Sleman telah mengumumkan pelaku kasus penganiayaan tersebut sebanyak 18 orang, namun hanya 12 orang yang dinaikan statusnya sebagai tersangka.

Polres Sleman juga sudah memverifikasi bahwa para pelaku saat melakukan penganiayaan pada korban.

Andy menambahkan tujuan dibentuknya tim advokasi ini agar kasus tersebut segera selesai  serta hal ini tidak terjadi kembali karena akan menimbulkan efek jera.

"Semoga dengan adanya tim advokasi ini membuat kasus ini segera terselesaikan dan pelaku dapat dihukum setimpal agar memberikan efek jera kepada mereka dan hal ini tidak terulang kembali," tegasnya.

Baca juga: Pernyataan Sri Sultan HB X soal Meninggalnya Suporter PSS Sleman, Ini Harapannya

Sebelumnya, Andy mewakili Manajemen PSS Sleman datang  melayat ke rumah duka almarhum Aditya Eka Putranda untuk menyampaikan rasa duka, Rabu (31/8/2022) kemarin.

"Kami hari ini melakukan layatan ke rumah duka Aditya. Di sana kami mendengarkan bagaimana kisah hidup seorang Aditya dari orang tuanya. Bagaimana semangatnya untuk bersekolah dan mendukung PSS Sleman ," ujar Andy.

"Orang tua almarhum Adit bercerita sebelum kejadian, Adit seperti biasa dijemput oleh teman-temannya untuk menonton PSS Sleman di stadion. Lalu setelah pertandingan usai, mereka dikabari kalau Adit terjatuh dari motor. Ketika mereka ke rumah sakit, ternyata Almarhum sudah meninggal dunia dengan sebab lain," tambah ia.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved