Sapa Aruh Keistimewaan: Memoderasi Budaya, Mengaktualisasi Kalurahan Sebagai Gapuraning Mulyapraja

Nilai-nilai budaya perlu dimoderasi dengan pengetahuan terkini, agar lebih menyentuh esensi, hingga akhirnya menjadi daya ungkit untuk maju mandiri.

Editor: ribut raharjo
Tribunjogja.com / Yuwantoro Winduajie
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (tengah) didampingi Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X (kiri) dan Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji dalam Sapa Aruh yang lalu 

TRIBUNJOGJA.COM - Nilai-nilai budaya perlu dimoderasi dengan pengetahuan terkini, agar lebih menyentuh esensi, hingga akhirnya menjadi daya ungkit untuk maju mandiri.

Di sisi lain, kalurahan dan segenap warganya harus menjadi subjek aktif pembangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Reformasi Birokrasi adalah suatu keniscayaan, bukan lagi sebentuk pilihan.

Berbagai tantangan bukanlah halangan, untuk mewujudkan harmoni kesejahteraan.

Dirgahayu Keistimewaan Satu Dasawarsa! Menjadi Jogja, adalah Menjadi Indonesia!

Dalam rangka memperingati 1 Dasawarsa Undang Undang Keistimewaan, Bapak Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X akan menyampaikan Sapa Aruh Keistimewaan "Memoderasi Budaya, Mengaktualisasi Kalurahan Sebagai Gapuraning Mulyapraja"

Sapa Aruh akan disampaikan pada hari ini, Rabu, 31 Agustus 2022, pukul 10.00 WIB.

Disiarkan secara live di Bangsal Kepatihan, melalui channel Youtube Humas Jogja, Paniradya Kaistimewan, JITV serta Tribun Jogja Official.

Sapa Aruh juga akan disiarkan live melalui radio RRI Yogyakarta Pro Satu, 91,1 FM. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved