Bupati Bantul Abdul Halim Muslih

Bupati Halim Gembira Petani Bawang Bantul Terbuka Atas Perkembangan Iptek

Petani bawang merah Bantul mendapatkan hasil melimpah dengan untung hingga Rp4 juta per 840 meter persegi pada panen raya kali ini.

Penulis: Santo Ari | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM/ISTIMEWA
Bupati Bantul Abdul Halim mengangkat hasil panen bawang merah saat panen raya di Dusun Sangkeh, Kalurahan Sriganding, Kanpanewon Sanden, Rabu (31/8/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menghadiri panen raya bawang merah di Dusun Sangkeh, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Rabu (31/8/2022).

Baca juga: Bupati Abdul Halim Pastikan Akan Naikkan Retribusi Pariwisata yang Dikelola Pemkab Bantul

Baca juga: Petani di Bantul Panen Raya Hasil Pengembangan Smart Agricultural Enterprise Kedelai UGM

Hasil panen kali ini terbilang memuaskan, karena petani bisa mendapatkan hasil melimpah dengan untung hingga Rp4 juta per 840 meter persegi.

"Alhamdulillah, hasil analisis penanaman sistem sustainable balanced farming, pertanian berimbang berkelanjutan, terdapat kenaikan sebesar Rp4 juta setiap 840 meter persegi atau sekitar Rp40 juta per hektar dibanding sistem konvensional," ujar Bupati Abdul Halim Muslih.

Dengan keberhasilan ini, Bupati Abdul Halim menyatakan, bahwa Pemkab Bantul sangat mendukung dan menyambut baik keterbukaan petani terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, ilmu pertanian bergerak dinamis dan selalu ada temuan ilmiah dari hasil penelitian.

"Sehingga, petani juga harus terbuka dalam menerima informasi yang memang bisa dipertanggungjawabkan. Dan, terbukti dengan sistem sustainable balanced farming, petani lebih produktif dan senang karena ada kenaikan pendapatan," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Abdul Halim mengatakan, Kementerian Pertanian telah menetapkan Kabupaten Bantul sebagai satu di antara lumbung bawang merah nasional. Ada tiga kapanewon yang ditetapkan sebagai lumbung bawang merah, yakni Sanden, Kretek dan Imogiri.

"Tidak tertutup kemungkinan kapanewon lain, sebagian lahannya juga kita dorong untuk produksi bawang merah dan cabai merah. Dan, berdasarkan data Dinas Pertanian DIY, bahwa 60 persen kebutuhan bawang merah di DIY itu berasal dari Bantul," tandas Halim. (nto)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved