Aktivitas Gunung Merapi Terpantau Melandai Pagi Ini, Senin 29 Agustus 2022
Gempa guguran Gunung Merapi terjadi sebanyak 15 kali dengan amplitudo 3-16 mm berdurasi 19,4-152,4 detik, paa Senin (29/8/2022)
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Aktivitas Gunung Merapi pagi ini terpantau melandai, tidak mengeluarkan guguran lava pijar maupun awan panas, Senin (29/8/2022).
Hal tersebut terlihat dalam pengamatan selama enam jam terakhir oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, mulai pukul 00.00-06.00 WIB.
Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi mengatakan secara meteorologi, cuaca cerah.
Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 12-17 °C, kelembaban udara 59-65 persen dan tekanan udara 654-686 mmHg.
Secara visual, gunung jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-II.
“Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 50-75 m di atas puncak kawah,” terangnya.
Gempa guguran terjadi sebanyak 15 kali dengan amplitudo 3-16 mm berdurasi 19,4-152,4 detik.
Hembusan terjadi satu kali dengan amplitudo 3 mm berdurasi 9,3 detik.
Hybrid/fase banyak terjadi sebanyak 2 kali dengan amplitudo 3 mm, S-P 0.3-0.5 detik berdurasi 6.2-7.5 detik.
Vulkanik dalam terjadi sebanyak 23 kali dengan amplitudo 3-12 mm, S-P :0.2-1 detik berdurasi 5.2-12.4 detik.
“Tingkat aktivitas Gunung Merapi saat ini masih berada di level III atau siaga,” bebernya.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Masyarakat diminta agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat diminta agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar gunung.
“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” tegasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Update-Gunung-Merapi-1-Juni-2022-Guguran-Lava-Pijar-Meluncur-2-Kali-ke-Barat-Daya.jpg)