Tol Yogyakarta Solo

Sebanyak 2.067 Bidang Tanah Terdampak Tol di Klaten Sudah Dibebaskan, Nilainya Rp 1,89 Triliun

Hingga pekan terakhir Agustus 2022 ini, sebanyak 2.067 bidang tanah milik warga yang terdampak proyek tol di Klaten sudah dibebaskan.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Proyek tol Yogyakarta-Solo di Desa Kadirejo, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Rabu (17/8/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pembebasan tanah terdampak pembangunan jalan Tol Yogyakarta-Solo di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah terus dikebut.

Hingga pekan terakhir Agustus 2022 ini, sebanyak 2.067 bidang tanah milik warga yang terdampak proyek tol di Klaten sudah dibebaskan.

"Total yang sudah kita cairkan untuk pembebasan lahan warga sebanyak 2.067 bidang tanah dan nilai ganti ruginya Rp 1,89 triliun," ujar Kasi Pengadaan Tanah BPN Klaten, Sulistiyono pada TribunJogja.com, Jumat (26/8/2022).

Baca juga: Meriah, Puluhan Seniman di Kulon Progo Ramaikan Parade Gamelan On The Road dari Atas Truk

Ia menjelaskan, tanah sebanyak 2.067 bidang itu tersebar di 39 desa yang ada di Klaten.

Adapun untuk pembangunan proyek tol di Klaten bakal menggilas 3.961 bidang tanah milik warga dan tanah kas desa.

Ribuan bidang tanah itu tersebar di 50 desa kelurahan yang berada di 11 kecamatan.

"Artinya 2.067 bidang tanah itu kalau di persentase sudah 52 persen tanah yang dibebaskan," imbuhnya.

Ia mengaku optimis pembayaran tanah terdampak tol di Klaten bakal rampung pada akhir tahun 2022 ini, sehingga pengerjaan fisik tol bisa dikebut.

"Proses pembayaran sudah sampai ke Kecamatan Karangnongko. Saat ini beberapa warga di Kecamatan Ngawen masih ada yang belum terima UGR karena masih menjalani tahap validasi dari LMAN," imbuhnya.

Baca juga: Bappeda Gunungkidul Gelar Kompetisi Inovasi yang Diikuti 72 Peserta

Sementara itu, Camat Ngawen, Anna Fajria Hidayati berharap warga penerima uang ganti kerugian tol bijak dalam menggunakan uang yang ia terima.

"Himbauan saya ya agar masyarakat penerima ganti rugi tol di Kecamatan Ngawen bijak dalam menggunakan uangnya. Jangan boros dan pikirkan masa depan," ulas dia.

Ia mengatakan, meski telah dibayarkan UGK di empat desa namun di beberapa desa lainnya yang masuk kecamatan itu masih ada warga yang belum terima UGK.

Anna berharap UGK para warga lainnya segera cair agar proses pembebasan tanah terdampak tol di wilayahnya segera rampung 100 persen. (*/Mur)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved