Tol Yogyakarta Solo

32 Warga Kecamatan Ngawen Klaten Terima Ganti Rugi Tol Yogyakarta-Solo Senilai Total Rp 33,4 Miliar

Pembayaran uang ganti kerugian Tol Yogyakarta-Solo itu menyasar 32 warga yang tersebar di empat desa yang ada di Kecamatan Ngawen

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM/ ALMURFI SYOFYAN
Suasana pembayaran uang ganti kerugian tanah terdampak Tol Yogyakarta-Solo di Pendopo Kecamatan Ngawen, Kamis (25/8/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pembayaran uang ganti kerugian (UGK) tanah terdampak Tol Yogyakarta-Solo di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah kembali berlanjut di Kecamatan Ngawen.

Kali ini, pembayaran uang ganti kerugian Tol Yogyakarta-Solo itu menyasar 32 warga yang tersebar di empat desa yang ada di Kecamatan Ngawen.

Proses pembayaran uang ganti kerugian Tol Yogyakarta-Solo dilangsungkan di Pendopo Kecamatan Ngawen, Kamis (25/8/2022) siang.

Pantauan TribunJogja.com di lapangan, proses pembayaran uang ganti kerugian Tol Yogyakarta-solo dimulai sekitar pukul 10.21 WIB.

Puluhan warga tampak hadir dan mulai duduk di bangku yang telah disediakan di Pendopo Kecamatan Ngawen.

Di bagian depan tampak sejumlah panitia pembebasan lahan dan Camat Ngawen yang juga hadir.

Kasi Pengadaan Tanah, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Sulistiyono, membeberkan bahwa 32 warga penerima UGK itu berasal dari Desa Pepe, Manjungan, Duwet dan Senden.

"Totalnya ada Rp33,4 miliar nilai UGK yang kita cairkan hari ini bagi 32 warga di empat desa," ulasnya.

Menurut dia, dari empat desa itu, warga Desa Pepe paling banyak menerima UGK yakni 18 bidang.

Kemudian, berturut-turut warga Desa Duwet 11 bidang, Manjungan 2 bidang dan Senden 1 bidang.

Adapun nilai UGK paling tinggi diterima oleh warga Desa Manjungan yakni Rp 2,8 miliar dan Rp 2,6 miliar.

Sementara untuk nilai ganti rugi paling rendah yakni Rp155 juta.

Camat Ngawen, Ana Fajria Hidayati, berharap warga penerima uang ganti kerugian Tol Yogyakarta-Solo bijak dalam menggunakan uang yang ia terima.

"Imbauan saya ya agar masyarakat penerima ganti rugi tol di Kecamatan Ngawen bijak dalam menggunakan uangnya. Jangan boros dan fikirkan masa depan," pesan dia.

Ia mengatakan, meski telah dibayarkan UGK di empat desa namun di beberapa desa lainnya yang masuk kecamatan itu masih ada warga yang belum terima UGK.

Ana berharap UGK para warga lainnya segera cair agar proses pembebasan tanah terdampak tol di wilayahnya segera rampung 100 persen. (*/)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved