Berita Bisnis Terkini
Biro Perekonomian Pemda DIY Khawatirkan Inflasi Naik Jika Rencana Kenaikan Harga BBM Terealisasi
Jika kebijakan kenaikan BBM terealisasi, Pemda DIY bakal menempuh sejumlah hal untuk mengantisipasi agar angka inflasi tidak terkerek terlalu tinggi.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rencana pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak ( BBM ) jenis pertalite dan solar bersubsidi turut diwanti-wanti pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Pasalnya dengan kenaikan harga BBM dikhawatirkan inflasi juga akan ikut naik.
Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY, Yuna Pancawati mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima informasi detail dari pemerintah pusat mengenai rencana kenaikan harga BBM itu.
Jika rencana itu terealisasi ditakutkan akan berimbas pula pada angka inflasi yang semakin tinggi di wilayah DIY.
Berdasarkan laporan Bank Indonesia Kantor Perwakilan DIY, inflasi inti di wilayah setempat pada Juli 2022 berada di angka 3,21 persen atau meningkat dibandingkan periode bulan sebelumnya yang sebesar 3,06 persen.
Baca juga: Tingkat Inflasi di Kota Yogya Masih Tinggi, Ini Analisis Bank Indonesia
Namun angka itu dilaporkan mengalami pelambatan dibandingkan bulan sebelumnya, dari 0,52 persen ke 0,47 persen.
"Dengan rencana pemerintah untuk menaikkan BBM subsidi tentu akan memberikan andil inflasi tinggi karena di DIY banyak yang mengkonsumsi BBM subsidi," katanya, Rabu (24/8/2022).
Menurutnya, jika kebijakan kenaikan BBM terealisasi mau tidak mau Pemda DIY bakal menempuh sejumlah hal untuk mengantisipasi agar angka inflasi tidak terkerek terlalu tinggi.
Hal ini ditakutkan akan berimbas pula pada daya beli masyarakat sehingga berpengaruh pada laju pertumbuhan ekonomi lokal.
Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat setempat agar mengurangi pengeluaran konsumtif dan membiasakan budaya hidup hemat.
Selain itu aktivitas menggunakan kendaraan pribadi hendaknya juga mulai dikurangi dan memilih kendaraan alternatif seperti sepeda, kendaraan umum atau jalan kaki.
"Kita juga akan galakkan program Green Friday kepada para ASN di lingkungan Pemda DIY dan diharapkan bisa meluas ke masyarakat umum," katanya.
Green Friday merupakan program untuk mengkampanyekan berkantor ataupun aktivitas lainnya dengan tidak menggunakan kendaraan bermotor setiap hari Jumat.
Program ini telah diluncurkan sejak Agustus lalu sebagai bahan evaluasi pelayanan transportasi publik.
Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan maupun kenyamanan transportasi.