Otomotif
Tips dari ENEOS Agar Mesin Kendaraan Merdeka dari Kerusakan
Apabila filter oli rusak, akibatnya semua kotoran dari hasil pembakaran di mesin akan masuk ke dalam mesin dan membuat kinerja mesin terganggu.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Penting bagi Anda untuk memahami spesifikasi oli yang sesuai dengan kendaraan, karena apabila menggunakan spesifikasi yang tidak sesuai, akan membuat mesin kendaraan mengalami kerusakan.
Spesifikasi oli untuk kendaraan baru sebaiknya menggunakan SAE yang lebih encer, sementara untuk kendaraan lama menggunakan yang lebih kental.
Kekentalan oli dapat dilihat dari informasi SAE yang tertera pada kemasan oli.
Kesalahan penggunaan SAE biasanya yang menjadi penyebab utama mesin kendaraan rusak, karena pelumas yang digunakan kekentalannya tidak sesuai dengan kebutuhan mesin.
Penggunaan oli mobil untuk kendaraan roda dua maupun sebaliknya juga tidak dianjurkan, karena tidak sesuai rekomendasi pabrik.
Rekomendasi spesifikasi oli ini dapat dilihat pada buku manual kendaraan Anda.
Selain itu, pemilihan kualitas oli juga berdampak pada kinerja mesin kendaraan.
Oli berkualitas akan membuat mesin tahan lama dan nyaman untuk digunakan.
Sebaliknya, penggunaan sembarang oli dapat membuat mesin aus.
Oli ENEOS memiliki varian spesifikasi yang beragam, baik untuk mobil bensin, diesel, motor matic, manual 4 tak maupun oli samping 2 tak.
Kualitas ENEOS sendiri sudah dibuktikan di sejumlah ajang balap internasional, seperti MotoGP, Super GT, 24 Hours of Le Mans, dan lain sebagainya.
Oli ENEOS yang dijual di Indonesia, dibuat khusus dengan menyesuaikan iklim cuaca dan kondisi jalan di Indonesia, sehingga memberikan kinerja optimal pada kendaraan serta dapat menghemat penggunaan bahan bakar sekaligus memberikan kepuasan bagi pengemudi.
Untuk melihat varian oli ENEOS, Anda dapat mengunjungi di website dan media sosial di https://www.eneos.id, medsos Instagram:@eneosindonesia, Youtube:Eneos Indonesia, Twitter: (@ENEOS_Indonesia) Facebook: eneos Indonesia
4. Rutin mengganti oli mesin dengan tepat waktu
Oli yang digunakan terus menerus, maka sewajarnya akan mengalami penurunan kualitas dengan adanya kontaminan, sehingga tidak dapat melumasi mesin dengan baik.
Apabila oli ini tidak diganti, dampak utama yang paling sering terjadi adalah mesin menjadi aus.
Penggantian oli biasanya melihat kilometer kendaraan.
Pada Motor, normalnya pada pemakaian sekitar 2,000 – 3,000 kilometer, sementara untuk mobil sekitar 5,000-10,000 kilometer. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tips-dari-ENEOS-Agar-Mesin-Kendaraan-Merdeka-dari-Kerusakan.jpg)