Piala Raja Sprint Rally
Emmanuelle Amandio, Raja Drift Indonesia Ingin Kembali Bernostalgia di Sprint Rally
Salah satu drifter terbaik Indonesia, Dio, sapaan akrabnya, justru memulai kiprahnya pada balapan resmi di ajang sprint rally tahun 2005 silam
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Dunia balap sprint rally di Indonesia yang belakangan ini kembali bergeliat membuat salah satu Raja Drift Indonesia, Emmanuelle Amandio, ingin kembali menunjukkan kemampuannya berpacu di lintasan tanah tersebut.
Dunia balap reli, khususnya sprint rally memang bukan hal baru bagi Amandio.
Meski saat ini dikenal sebagai salah satu drifter terbaik Indonesia, Dio, sapaan akrabnya, justru memulai kiprahnya pada balapan resmi di ajang sprint rally tahun 2005 silam.
"Waktu itu saya masih SMP. Saya ingat, pertama kali ikut sprint rally di Sentul," kata pria kelahiran Jakarta, 29 September 1992 tersebut.
Dio mengaku pada awalnya dirinya mulai memasuki dunia balap dengan mengikuti trek- trekan atau balap liar sepeda motor di jalanan.
Namun setelah kegiatan yang dilakukannya tersebut diketahui oleh keluarga, sontak Dio langsung dilarang meneruskan hobinya tersebut.
Keluarga Dio yang tidak memiliki latar belakang di dunia olahraga otomotif memintanya untuk beralih ke balapan yang dianggap lebih aman, yakni balap mobil.
"Sebenarnya saya lebih suka (balapan) motor. Tapi karena desakan keluarga, akhirnya saya disuruh pindah ke (balap) mobil," tambah Dio.
Lelaki yang sehari- hari sibuk sebagai pengusaha percetakan tersebut menjelaskan, dirinya memilih sprint rally karena menurutnya balapan di lintasan tanah tersebut rasanya seru.
"Saya suka reli, Mas. Saya suka main di (lintasan) tanah," jelasnya.
Pilihan Dio terjun ke ajang sprint rally ternyata tepat, pada tahun 2008 dirinya berhasil menyabet tiga gelar juara nasional.
Namun, setelah itu dunia balap reli di Indonesia mulai redup.
Jebolan Ilmu Komunikasi London School Jakarta ini kemudian mencoba tantangan baru di ajang drifting.
Dunia yang kelak membuat namanya dikenal luas.
Sebagai seorang pebalap di Indonesia, Dio menjelaskan bahwa masalah klasik yang dihadapi adalah soal pembiayaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Emmanuelle-Amandio.jpg)