Advetorial
Sarasehan HUT ke-46 Ramayana Ballet Purawisata
Sarasehan budaya dan pariwisata bertema 'Geliat Masa Depan Kebudayaan dan Kepariwisataan di Indonesia Pasca Pandemi' di gelar di Ballroom Hotel Tasnee
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
"Tanda kebangkitan di sektor pariwisata sudah ada, kenaikannya sampai 2.000 persen wisman yang berkunjung. Namun terpenting, kebangkitan itu juga direspon dengan peningkatan pelayanan yang memadai, saya pikir itu sangat penting sekali," tambahnya.
Sementara itu, Cak Nun memaparkan bahwa hampir semua peninggalan-peninggalan sejarah di Indonesia bersifat kebrahmanaan atau ilahiyah. Dalam konteks tersebut, brahmana ialah orang yang sudah ma'rifat (mengenal Tuhannya) sehingga mereka tak terjebak dalam persoalan politik perebutan kekuasaan, bahkan mereka menjauhi keglamoran kehidupan duniawi.
Baca juga: Mahasiswa Kampus Mengajar UNY Laksanakan Pesantren Kilat di SDN Kertasinduyasa 02 Brebes Jateng
"Saya kira kalau pariwisata dunia lima besarnya Prancis, Italia, Spanyol, Amerika, itu karena mindset pariwisata mereka berbeda dengan kita. Kita menyediakan benda-benda rohaniah, mereka aspirasinya materialistik atau keduniaan. Jadi kalau mereka tidak datang ke sini, karena mereka tidak punya kecenderungan untuk rohaniah," papar Cak Nun.
"Jadi kalau kita ingin wisman-wisman ini datang berkunjung ke Indonesia, kita harus membuat persesuaian mindset antara turis luar negeri dengan mindset kita. Kalau peninggalan-peninggalan yang dimiliki kita bersifat rohaniah, kita package sedemikian rupa yang kompatibel untuk orang-orang yang berkaitan erat dengan materi-keduniawian," tambahnya.
Sekadar informasi, puncak acara HUT ke-46 Ramayana Ballet akan diselenggarakan pada 10 Agustus 2022, menampilkan Magnificent Ramayana Ballet Purawisata.
Sebuah pagelaran sendratari Ramayana dengan menampilkan segala keindahan gerak tubuh, dinamika cerita dan ekspresi para penari di dalamnya menjadi sebuah suguhan budaya yang penuh pesona, yang diselenggarakan di Purawisata Amphitheater, Kawasan Wisata Budaya Terpadu, Mandira Baruga. (Han)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Geliat-Masa-Depan-Kebudayaan-dan-Kepariwisataan-di-Indonesia.jpg)