Bupati Bantul Abdul Halim Muslih
Bupati Halim Minta OPD Bantul Maksimalkan Pemanfaatan Produk Lokal
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meminta semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memanfaatkan produk lokal dalam belanja barang dan jasa.
Penulis: Santo Ari | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menginstruksikan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memanfaatkan produk lokal dalam belanja barang dan jasa di Kabupaten Bantul. Langkah ini merupakan fokus pemerintah dalam program penyerapan produk dalam negeri atau produk yang punya konten lokal tinggi.
Bupati Bantul menyatakan, bahwa OPD harus lebih banyak memanfaatkan produk lokal dalam pengadaan barang dan jasa, termasuk barang elektronik hingga belanja makan dan minum.
Baca juga: Bupati Halim Minta OPD dan Kapanewon Perbaiki Kinerja dan Akuntabilitas untuk Masyarakat Bantul
Baca juga: Bupati Halim Kuatkan Sinergi Kreatif Bantul Menuju Kabupaten Kreatif Dunia
"Pemanfaatan produk lokal ini merupakan bagian dari pemulihan ekonomi dan pengentasan kemiskinan yang masih tinggi di Bantul," ujar Bupati Abdul Halim Muslih, saat Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Pembangunan Daerah Triwulan II, Rabu (3/8/2022), .
Karenanya, Bupati Halim berharap, semua pihak dapat meningkatkan kolaborasi dan sinergi bersama seluruh OPD yang ada di Bantul.
"Permasalahan yang ada di Bantul ini tidak dapat terselesaikan oleh satu OPD, namun butuh sinergi semua perangkat daerah untuk meningkatkan derajat ekonomi, kehidupan, kesehatan dan derajat pendidikan masyarakat dengan memaksimalkan sumber daya dan APBD yang ada," lanjut Halim.
Adapun penduduk miskin di Kabupaten Bantul pada 2021, sebanyak 146,098 jiwa atau sekitar 14,04 persen dari total jumlah penduduk. Sebagai upaya untuk mengentaskan kemiskinan di Bantul, Abdul Halim menyebut sektor rumpun ekonomi harus membuat terobosan-terobosan, misalnya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP), Dinas Pariwisata (Dispar), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ( Disnakertrans).
"Dinas rumpun ekonomi berorientasi pada kesejahteraan melalui sektor ekonomi unggulan, misalnya pertanian harus ada pengembangan mekanisasi alat pertanian untuk menekan biaya produksi pertanian. Penggunaan diesel diganti listrik bisa menurunkan biaya 70 persen," jelas orang nomor satu di Kabupaten Bantul. (nto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/halim-rakodal.jpg)