Berita Nasional

Soal Kasus Kematian Brigadir J, Mahfud MD : Kalau Ada yang Disembunyikan Pasti Terbongkar!

Pengungkapan kasus kematian Brigadir J ini harus dibuka sejujur-jujurnya sesuai dengan permintaan Presiden Jokowi beberapa waktu yang lalu.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Tribunnews.com
Menkopolhukam Mahfud MD meminta pengungkapkan kasus kematian Brigadir J dibuka sejujur-jujurnya 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Menteri Kordinator Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD yakin jika ada sesuatu yang disembunyikan atau tersembunyi dalam kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam non-aktif Ferdy Sambo pasti akan terbongkar.

Untuk itu, pengungkapan kasus kematian Brigadir J ini harus dibuka sejujur-jujurnya sesuai dengan permintaan Presiden Jokowi beberapa waktu yang lalu.

“Kalau ada yang tersembunyi atau disembunyikan nanti akan terlihat kalau ada upaya seperti itu, itu aja,” kata Mahfud MD kepada wartawan seusai mengikuti rapat terkait RKUHP di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, (2/8/2022) seperti yang dikutip dari Tribunnews.com.

Kepada masyarakat, Mahfud MD juga meminta untuk terus mengikuti pengungkapan kasus kematian Brigadir J.

Menurutnya, kasus kematian Brigadir J ini pastinya akan ada ujungnya.

“Saya minta masyarakat ikuti saja perkembangan ini nanti akan ada ujungnya saya tidak akan masuk ke substansinya,” tuturnya.

Mahfud MD mengatakan rutin mendapatkan laporan dari Komnas HAM terkait penyelidikan kasus tewasnya Brigadir J.

Bukan hanya Komnas HAM sejumlah komponen melaporkan kasus tersebut kepadanya sesuai dengan tugasnya masing-masing.

“Komnas HAM bilang soal lapor istana rutin ya itu dengan saya. Saya koordinasi saya tidak akan masuk substansi karena laporan ke saya itu ya Komnas HAM, masyarakat sipil, pengacara, LPSK,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mahfud MD menyebut ada pihak yang ingin mengacaukan informasi terkait hasil autopsi ulang Brigadir J.

Indikasi tersebut menurut Mahfud muncul lantaran adanya pihak yang mengatakan bahwa hasil autopsi ulang tersebut hanya boleh dibuka di pengadilan.

"Karena ini memang ada ya yang ingin mengacaukan (informasi) seakan-akan tidak boleh dibuka ke publik kecuali atas perintah hakim, ya untuk keperluan persidangan," kata Mahfud dikutip dari Tribunnews.com.

"Kenapa anda bilang tidak boleh dibuka ke publik? Wong kalau ada kejahatan, celurit diletakan di meja, baju di meja itu, darah, ini kan sama saja kalau sebagai alat bukti," sambung Mahfud.

Untuk itu, Mahfud MD menyebut hasil autopsi ulang tersebut perlu dibuka ke publik 

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved