Berita Bisnis Terkini

Pertumbuhan Ekspor DIY Naik 19,01 Persen, Ini Faktor Penyebabnya

Secara kumulatif nilai ekspor DIY Januari – Juni 2022 mencapai US$307,4 juta atau naik 19,01 persen dibanding periode yang sama 2021. 

Bps.go.id
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Pusat Statistik ( BPS ) DIY mencatat ekspor di DIY mengalami pertumbuhan selama semester I 2022. 

Kepala BPS DIY, Sugeng Arianto mengatakan dibanding semester I 2021, ada petumbuhan ekspor yang signifikan.

Secara kumulatif nilai ekspor DIY Januari – Juni 2022 mencapai US$307,4 juta atau naik 19,01 persen dibanding periode yang sama 2021. 

"Negara tujuan ekspor terbesar selama Januari-Juni 2022 adalah Amerika Serikat dengan nilai US$136,7 juta, atau sebesar 44,47 persen, diikuti Jerman US$26,5 juta atau 8,62 persen, dan Jepang US$20,9 juta atau 6,80 persen,” katanya, Selasa (02/08/2022).

Baca juga: ISEI Yogyakarta Sebut Potensi Ekspor DIY Besar

Komoditas yang berkontribusi besar dalam pertumbuhan ekpor DIY adalah  pakaian jadi bukan rajutan sebesar 35,00 persen.

Selain itu, perabot, penerangan rumah juga memilik andil yang cukup besar, yaitu 12,39 persen.

Selanjutnya adalah barang-barang rajutan dengan kontribusi sebesar 11,52 persen. 

Terpisah, PLT Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Yuna Pancawati mengungkapkan banyak faktor yang mendorong pertumbuhan ekspor semester I 2022 ini.

Satu di antara faktor yang mempengaruhi adalah ketersediaan kontainer lebih tercukupi dibanding tahun sebelumnya, meskipun dari segi harga masih mahal. 

Kemudahan legalitas usaha juga memunculkan banyak perusahaan baru.

Baca juga: Sektor Pertanian Sumbang 10 Persen PDRB DIY, Ekspor Hortikultura Dioptimalkan

Terutama munculnya perusahaan non produsen yang bisa mengakomodir produsen.

“Adanya fasilitasi program yang mendorong peningkatan ekspor, baik dari daerah maupun kementrian. Adanya forum yang memungkinkan semua stakeholder bisa saling sinergi untuk membantu mengatasi permaslahan ekspor, seperti Forum Komunikasi Ekspor Impor DIY dan Jogja Business Service Center (JBSC)," ungkapnya.

Adanya kebijakan pengurangan lartas atau barang yang dilarang dan/atau dibatasi impor atau ekspornya, seperti kopi, sehingga meningkatkan ekspor kopi. 

“Perang dagang China-Amerika membuat ekspor China ke Amerika dikurangi, dan digantikan ekspor dari Indonesia, salah satunya dari DIY,” imbuhnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved