Berita Bisnis Terkini

ISEI Yogyakarta Sebut Potensi Ekspor DIY Besar

Secara kumulatif nilai ekspor DIY pada semester I 2022 mencapai US$307,4 juta atau naik 19,01% dibanding periode yang sama 2021.

Pixabay.com / Gerd Altmann
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Pusat Statistik ( BPS ) DIY mencatat ada peningkatan ekspor DIY selama Januari- Juni 2022. 

Secara kumulatif nilai ekspor DIY pada semester I 2022 mencapai US$307,4 juta atau naik 19,01 persen dibanding periode yang sama 2021.

Negara tujuan ekspor terbesar adalah Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang. 

Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia ( ISEI ) Yogyakarta , Y. Sri Susilo menyebut DIY memiliki potensi ekspor yang besar.

Untuk itu diperlukan dorongan untuk peningkatan ekspor. 

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi di DI Yogyakarta Baik Meski di Tengah Pandemi Covid-19 

"Selain pariwisata, pendidikan, DIY punya produksi ekspor, misalnya mebel, garmen, dan sarung tangan. Memang saat awal pandemi ekspor terhenti, tapi kemarin 2021 sudah pulih lagi. Angka ekspor juga naik," katanya, Selasa (02/08/2022). 

Ia menyebut untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi DIY dibutuhkan peran berbagai stakeholder, tidak hanya Pemda DIY saja.

Menurut dia, dorongan untuk produksi barang dan jasa. 

Pemda DIY selaku regulator juga diharapkan membuat kebijakan yang tidak menghambat produksi. 

"Dari sisi pengeluaran, harus diakui yang jadi andalan kan konsumsi masyarakat. Jadi perlu didorong juga konsumsi, dan investasi. Jadi pemerintah kabupaten/kota juga bisa ikut mendorong konsumsi dan mempermudah investasi," terangnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved