Berita Otomotif Terkini
Restorasi Motor 'Gaib' Suzuki Satria 120S Test Ride 1998
Untuk merestorasi Suzuki Satria 120S Test Ride 1998 ini, dibutuhkan waktu sekira 5-6 bulan dan biaya sekira Rp 25-30 juta.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Di antara varian motor 2-tak Suzuki Satria, barangkali Suzuki Satria 120S Test Ride menjadi yang paling 'gaib' keberadaan unitnya.
Wajar saja apabila Suzuki Satria 120S Test Ride ini sangat langka dan kini jadi incaran pecinta motor 2-tak, pasalnya motor ini memang tidak dijual secara massal alias diperuntukkan untuk kalangan terbatas, dalam hal ini hanya dimiliki beberapa dealer atau main dealer Suzuki untuk kepentingan promosi penjualan.
Hal tersebut diamini oleh Gregorius Nugi Nugraha, pehobi Suzuki Satria asal Yogyakarta yang belum lama ini dipercaya oleh customer asal Sukabumi, Jawa Barat, untuk merestorasi Suzuki Satria 120S Test Ride lansiran 1998.
Awalnya, Nugi mengaku sempat ragu ketika dipercaya merestorasi motor berkelir kuning ini. Terlebih kondisi awal motor tak lagi utuh, bagian mesin bahkan hanya menyisakan crankcase.
Baca juga: Bisnis Restorasi Motor Lawas Mahasiswa UNY Laris Manis, Banjir Order Setelah Lebaran
"Si pemilik motor ini menghubungi saya awalnya melalui instagram, berlanjut ke WA. Dia menyampaikan bahwa ingin merestorasi Suzuki Satria 120S Test Ride tahun 1998, lengkap beserta surat-suratnya tapi kondisinya memang tak lagu utuh karena mungkin sudah digunakan untuk keperluan praktik bengkel di dealer Suzuki," terang Nugi kepada Gaspol 52 Tribun Jogja.
"Awalnya saya ragu lantaran saya tidak memiliki referensi tentang Suzuki Satria 120S Test Ride yang dapat dijadikan acuan untuk restorasi. Cuma setelah saya pertimbangkan, akhirnya saya tertantang untuk merestorasi motor ini," lanjutnya.
"Pertimbangannya, ini motor yang langka lantaran hanya ada beberapa unit di Indonesia. Di samping itu, umumnya warna yang tertera di STNK itu kombinasi misal kuning-hitam atau hitam-kuning, tetapi Suzuki Satria 120S Test Ride ini hanya tertulis warna kuning," tambah dia.
Benar saja, waktu motor ini tiba di Jogja, kondisinya tidak utuh.
Dalam artian body tidak utuh dan sudah di-repaint, mesin sudah dibongkar hanya tertempel crankcase saja, pernik motor lainnya juga dimasukkan dalam sebuah kardus, kaki-kaki juga tidak komplit lantaran tak ada rem, footstep dan standar juga tidak ada.
"Otomatis, saya harus bekerja ekstra untuk melengkapi sparepart-sparepart itu," kata Nugi sembari menunjukkan kondisi Suzuki Satria 120S Test Ride sebelum direstorasi.
Lebih lanjut Nugi menjelaskan, proses restorasi Suzuki Satria 120S Test Ride ia awali dengan menyempurnakan bagian mesin.
Ia menyematkan sejumlah sparepart baru di antaranya blok mesin, seher, laker, beberapa diantaranya disubstitusi dari copotan Suzuki Satria.
Sekadar informasi, Suzuki Satria 120S adalah motor bebek pertama di Indonesia yang menggunakan mesin tegak.
Motor ini dibekali mesin berkapasitas 120 cc, 2-tak, yang mampu menghasilkan tenaga 13,5 tk di putaran 8.000 rpm.
Mesinnya menggunakan 5-percepatan semi-otomatis.
Motor 2-tak yang fenomenal ini juga telah dibekali teknologi sistem pendinginan udara Jet Cooled, yang telah terbukti baik dalam melepaskan panas mesin ke udara bebas.
Di samping itu, Suzuki Satria 120 mengusung rangka dual crandle box seperti yang hanya ditemukan motor kelas sport, mengusung teknologi SCAF (Suzuki Computerized Analized Frame), sistem komputerisasi analisa rangka. Bentuk rangka unik inilah yang menaikan popularitasnya dalam segi desain.
Setelah mesin dipastikan kembali hidup dan berfungsi baik, Nugi bergeser ke sektor kaki-kaki seperti velg, ban, serta sistem pengereman.
"Baru kemudian beralih ke bagian body dan aksesoris. Body part, handgrip, spion, jok saya ganti baru, setelahnya baru masuk ke proses cat," jelas dia.
Diakui Nugi, selain melengkapi spare part, bagian tersulit dari pengerjaan restorasi motor bebek pionir monoshock ini ialah memastikan warna yang dipilih benar-benar tepat seperti sedia kala.
Nugi pun mengumpulkan referensi dari berbagai sumber, mulai dari gambar yang didapat melalui internet juga video-video yang ia dapatkan melalui Youtube.
Baca juga: Restorasi Suzuki Crystal : Motor Klangenan, Sarat Kenangan
Hal tersebut Nugi lakukan juga untuk memastikan striping terpasang tepat serta kelengkapan pernik motor lainnya sesuai.
"Kesulitan yang saya hadapi saat merestorasi motor, pertama warna saya tidak dapat menemukan referensi warna yang tepat sebagaimana motor ini baru. Sehingga saya bikin (warna) semendekati mungkin, saya koreksi warna hingga 3 kali," jelas Nugi.
Untuk waktu pengerjaan restorasi, Nugi menuturkan butuh waktu sekira 5-6 bulan.
Adapun proses paling lama ialah melengkapi sparepart terutama di sektor mesin, sementara pengecatan memakan waktu lebih dari 2 bulan.
Mengenai budget restorasi di luar harga unit motor dan jasa, Nugi mengatakan biaya yang harus dirogoh ialah sekira Rp 25-30 juta.
"Kalau harga unit (Suzuki Satria 120S Test Ride) saya rasa 'gelap' ya," pungkas dia. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Restorasi-Motor-Gaib-Suzuki-Satria-120S-Test-Ride-1998.jpg)