Berita Bisnis Terkini

Batik Tulis Karya 87 Siswa Binaan YPA-MDR Siap Bersaing di Dunia Mode Indonesia

YPA-MDR dapat senantiasa berkontribusi terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah prasejahtera.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Para finalis peserta Miss Bantul 2022 memamerkan hasil karya batik tulis pebatik cilik dalam Seremoni Ekspor Desa Sejahtera Astra Klaster Kriya 2022 di Wanawisata Hutan Pinus, Mangunann Bantul, Selasa (26/7/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM - Puluhan model berlenggak-lenggok memamerkan batik hasil karya pembatik cilik dalam Seremoni Ekspor Desa Sejahtera Astra Klaster Kriya 2022 di Wanawisata Hutan Pinus, Mangunan Bantul , Selasa (26/7/2022).

Para pembatik cilik ini berasal dari Gedangsari Kabupaten Gunungkidul dan Pandak, Bantul serta daerah lain di luar DIY.

Hasil karya pembatik cilik ini tak kalah dari para pembatik profesional, bahkan tema-tema yang dihadirkan cukup beragam, mulai dari bunga, jathilan hingga alat perbengkelan.

Adapun PT. Astra International Tbk melalui Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim ( YPA-MDR ) menginisiasi program Komunitas Pembatik Cilik di Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul .

Program ini merupakan kelanjutan dari program Komunitas Pembatik Cilik di Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul yang telah lebih dahulu memulai kegiatannya pada akhir tahun 2021 yang lalu.

Baca juga: YPA-MDR Ajak Siswa SMK Negeri 2 Gedangsari Pahami Cara Berkendara Motor Aman di Jalan Raya

Komunitas ini menaungi 87 siswa-siswi lintas sekolah binaan YPA-MDR yang memiliki minat dan bakat dalam membatik untuk berkarya dan menghasilkan produk batik tulis yang berkualitas dengan semangat untuk melestarikan budaya batik khas daerah setempat.

Seorang pembatik cilik dalam pagelaran fashion show adalah Keyla Caesa Aura Dewi (13) yang merupakan pelajar kelas 2 SMPN 4 Pandak.

Ia membatik sejak kelas 5 SD di mana sekolahnya memang ada ekstrakurikuler batik.  

"Saya membuat batik bertema bunga sepatu. Karena di halaman rumah saya banyak bunga sepatu terus saya terinspirasi dari bunga itu untuk dituangkan ke dalam batik," ungkapnya.

Menurutnya saat ini sekolah-sekolah sudah memiliki peralatan membatik yang lengkap.

Dan dengan hasil karyanya, ia membuktikan bahwa membatik bisa dilakukan semua umur, bahkan sejak dari jenjang SD.

"Membatik itu tidak susah, semua umur bisa membatik," imbuhnya.

Pembatik cilik lainnya yakni Rika Melia Sari (17) Pelajar kelas 2 SMKN 2 Gedangsari, jurusan tata busana.

Ia mengungkapkan sudah membatik sejak kelas 3 SD.

Rika mengaku bahwa sebelumnya ia tidak suka membatik.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved