Gelombang Panas Eropa

Inilah Dampak Gelombang Panas, Lebih dari 1.900 Orang di Eropa Barat Tewas

Gelombang panas yang melanda sebagian besar negara di Eropa seperti Inggris, Prancis, Spanyol dan Portugal menjadi penyebab kematian massal.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
David Himbert / Hans Lucas / Hans Lucas melalui AFP
Ilustrasi Gelombang panas: Termometer menunjukkan suhu di atas 40 derajat. 

TRIBUNJOGJA.COM - Gelombang panas melanda sebagian besar negara di Eropa seperti Inggris, Prancis, Spanyol dan Portugal.

Hal tersebut tentunya menimbulkan dampak buruk terhadap kehidupan di wilayah tersebut.

Contohnya seperti kekeringan yang terjadi di Portugal, kebakaran hutan yang dialami oleh Perancis dan Spanyol serta Inggris untuk kali pertamanya mencatat sejarah hari terpanas yang mencapai suhu 41 derajat Celsius pada Senin 18 Juli 2022.

Kebakaran di Pont de Vilomara dan Manresa membuat pemadam kebakaran pemerintah Spanyol ke batas kapasitas pemadamannya, bertepatan dengan gelombang panas yang kuat di Eropa. Area kebakaran telah mencapai lebih dari 40 derajat dan banyak kerugian materi dan ternak dari peternakan di daerah tersebut telah disesalkan.
Kebakaran di Pont de Vilomara dan Manresa membuat pemadam kebakaran pemerintah Spanyol ke batas kapasitas pemadamannya, bertepatan dengan gelombang panas yang kuat di Eropa. Area kebakaran telah mencapai lebih dari 40 derajat dan banyak kerugian materi dan ternak dari peternakan di daerah tersebut telah disesalkan. (Eric Renom / NurPhoto / NurPhoto via AFP)

Apa yang dialami oleh beberapa negara di atas tentu menimbulkan efek pula terhadap penduduknya.

Baca juga: Apa Itu Gelombang Panas yang Kini Melanda Eropa, Mengapa Bisa Menyebabkan Kematian?

Lebih dari 1.900 penduduk tewas akibat panas ekstrem yang terjadi saat ini. Penghitungan jumlah kematian kemungkinan tidak akan dilakukan selama berminggu-minggu atau lebih.

Hal tersebut karena sulitnya melakukan perhitungan kematian berlebih dalam peristiwa panas yang ekstrem itu.

Organisasi kesehatan dunia, WHO menjelaskan bahwa gelombang panas yang berkepanjangan tentu saja akan memberikan efek kepada masyarakat dan kematian adalah salah satu hal yang tak terhindarkan.

Ilustrasi
Ilustrasi (litbang.kemendagri.co.id)

Selain menyebabkan kematian, gelombang panas ini juga menimbulkan mandegnya aktivitas yang harus dilakukan oleh masyarakat.

Di Inggris, proses belajar mengajar di sekolah lebih cepat diselesaikan.

Baca juga: Penjelasan BMKG Terkait Gelombang Panas, Apakah Bisa Terjadi di Indonesia?

Selain itu, pihak layanan kereta juga meminta kepada masyarakat untuk tetap tinggal di rumah dan tidak menggunakan kereta jika memang keadaan tidak mendesak.

Bahkan beberapa jadwal kereta ditunda maupun diperlambat.

Sebelumnya Inggris juga pernah mengalami hal serupa pada tahun 1976, namun gelombang panas kali ini 10 derajat lebih panas dari kejadian di masa itu.

Gelombang panas yang ekstrem ini menjadi perhatian khusus di Eropa karena masyarakat di sana sering kali mematikan AC atau bahkan tidak memilikinya. (*/ MG Voni Amelia)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved