Gelombang Panas Eropa

Apa Itu Gelombang Panas yang Kini Melanda Eropa, Mengapa Bisa Menyebabkan Kematian?

Penyakit dan kematian akibat gelombang panas dapat terjadi pada orang-orang yang fit dan sehat, tidak hanya kelompok berisiko tinggi.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
LEON NEAL / GETTY IMAGES EROPA / Getty Images via AFP
Gelombang panas di Eropa barat: Seorang pria melakukan backflip dari puncak pohon ke Sungai Cam saat suhu mencapai tingkat rekor pada 19 Juli 2022 di Cambridge, Inggris. Orang-orang mencoba untuk mendinginkan diri di sungai, danau, dan daerah pesisir. Suhu melebihi 40C di beberapa bagian Inggris hari ini setelah Met Office mengeluarkan peringatan panas ekstrem pertamanya. Suhu yang memecahkan rekor dicapai di seluruh Inggris. 

Tribunjogja.com - Fenomena gelombang panas kini sedang melanda beberapa negara di antaranya China dan sejumah negara di Eropa.

Dampak gelombang panas ini tak hanya merusak infrastruktur seperti jalanan aspal, pertanian. juga menelan korban jiwa.

Di Portugal, gelombang panas bahkan telah menelan lebih dari 1.000 orang menurut pemberitaan kemarin 18 Juli 2022.

Apa itu gelombang panas dan bagaimana fenomena ini bisa menyebabkan kematian?

Gelombang panas di India bikin aspal meleleh
Gelombang panas di India bikin aspal meleleh (youtube)

 

Disebutkan bahwa perubahan iklim menyebabkan suhu terus meningkat, bahkan suhu udara di negara ini tercatat mencapai 40 derajat Celsius.

Bicara soal data, memperlihatkan bahwa orang tua dan anak-anak menjadi kelompok yang paling mungkin meninggal karena gelombang panas.

Dilansir dari Telegraph, penyakit dan kematian akibat gelombang panas dapat terjadi pada orang-orang yang fit dan sehat, tidak hanya kelompok berisiko tinggi.

Terkait bagaimana ribuan orang bisa tewas akibat gelombang panas, Kepala petugas paramedis di St John’s Ambulance Martin Berry menjelaskan, bahaya kesehatan yang terkait dengan suhu tinggi, dibagi menjadi dua tahap, utamanya kelelahan akibat panas.

Baca juga: Penjelasan BMKG Terkait Gelombang Panas, Apakah Bisa Terjadi di Indonesia?

Panas dapat mengakibatkan seseorang merasa pusing, haus berlebih, dan sangat banyak mengeluarkan keringat.

“Anda mulai merasa cukup pusing, haus yang berlebihan, dan menjadi sangat berkeringat. Ini biasanya pertanda bahwa Anda terlalu lama berada di bawah sinar matahari, atau terlalu memaksakan diri dan suhu tubuh meningkat terlalu tinggi,” ujar Berry.

Biasanya kondisi ini tidak terlalu serius selama seseorang dapat segera keluar dari suhu panas dan menenangkan diri.

Akan tetapi, apabila tidak melakukannya dan suhu tubuh terus meningkat yang akan memasuki zona bahaya heat stroke sebagai dampak  panas yang tengah terjadi. 

Pada tahap ini, sistem tubuh berjuang mengatur dirinya sendiri dan situasinya bisa memburuk dengan cepat.

“Masalah benar-benar dimulai saat suhu tubuh inti mencapai tingkat 40 derajat Celsius,” papar Berry.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved