Mencicipi Sajian Es Doger Legendaris di Alun-alun Kidul Yogyakarta, Sudah Ada Sejak 1987

Herman menceritakan, racikan resep dalam pembuatan Es Doger miliknya merupakan racikan resep dari sahabatnya.

TRIBUNJOGJA.COM / Neti Istimewa Rukmana
Herman (52), seorang penjual es legendaris di Alun-alun Kidul (Alkid) Yogyakarta, sedang menyajikan produknya kepada pelanggan, Senin (18/7/2022) siang. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perpaduan susu kental manis varian coklat dan putih bersama sirup rasa frambozen menjadi cita rasa yang pas dalam sajian Es Doger Pak Herman (52), seorang penjual es legendaris di Alun-alun Kidul (Alkid) Yogyakarta.

Herman menceritakan, racikan resep dalam pembuatan Es Doger miliknya merupakan racikan resep dari sahabatnya.

Pasalnya usaha yang dirintisnya tersebut merupakan usaha yang dibangun oleh sahabatnya bernama Robert.

"Sejak 1987 usaha itu sudah didirikan oleh sahabat saya. Sebenarnya saya dulu jualan es tebu, tapi karena tidak begitu laris jadi saya diajak oleh Robert untuk jualan es doger itu," jelasnya, kepada Tribunjogja.com di Alun-alun Kidul, Senin (18/7/2022) siang.

Selamat lima bulan, Herman berguru kepada Robert untuk meracik es doger.

Setelah itu ia terus mengikuti Robert berjualan di SMPN 5 Yogyakarta dan di Kolam Renang Kridosono.

Akan tetapi, setelah Robert meninggal dunia, kini Herman meneruskan usaha tersebut dan berkeliling di Pasar Ngasem hingga Alun-Alun Kidul. 

"Setiap Subuh saya ke Pasar Beringharjo untuk berbelanja bahan-bahan es doger itu. Setelah itu, saya pulang ke rumah untuk mengolah bahan-bahan yang saya beli, dari merebus ketan hitam sampai gosrok es batu," bebernya. 

Sekitar pukul 09.00 WIB, Herman telah selesai mengolah bahan-bahan tersebut. 

Nantinya setiap pukul 11.00-15.30 WIB, ia akan mulai berjualan es doger tersebut.

Pembeli es doger itu pun dari kalangan anak-anak hingga dewasa.

Namun, rata-rata golongan mahasiswa sering berburu minuman ditempatkan tersebut. 

Pada musim libur sekolah, ia bisa menjual 200 porsi es doger ukuran besar.

Sebab dia menjual es doger dengan dua ukuran gelas plastik.

"Karena banyak anak-anak yang beli, jadi saya bikin dua ukuran gelas yang berbeda," tambahnya.

Untuk menikmati sajian es doger itu, pembeli cukup mengerluarkan uang sebesar Rp2.000-Rp6.000 per porsinya.(*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved