Berita Sleman Hari Ini

Kurban di Sleman, Ditemukan 60 Ekor Sapi Idap Cacing Hati 

Temuan tersebut berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman di 487 titik. 

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebanyak 60 ekor sapi kurban di wilayah Sleman diketahui mengidap penyakit fasciola hepatica atau biasa disebut Cacing Hati .

Temuan tersebut berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman di 487 titik. 

Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman , Ir Suparmono mengatakan, hingga pukul 15.00 WIB, ada 3.673 hewan kurban yang telah dipotong di Sleman .

Rinciannya, sapi sebanyak 1,770 ekor, lalu kambing 325 ekor dan domba 1.578 ekor.

Baca juga: Hari Pertama Iduladha, 3.673 Hewan Kurban di Sleman Dipotong 

Dari jumlah tersebut, ada puluhan hewan kurban yang ditemukan mengidap Cacing Hati .

"60 pada sapi dan 1 pada kambing. Domba nol (temuan cacing hati)," kata dia, Sabtu sore. 

Hewan kurban yang mengidap Cacing Hati ini ditemukan di titik pemantauan di semua kecamatan.

Prosentase hewan kurban yang kena Cacing Hati sementara ini relatif sedikit.

Sapi sebesar 3,389 persen dan kambing 0,3 persen. 

Sementara itu, Plt Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DP3 Sleman drh Nawangwulan mengatakan, bagi hewan kurban yang ditemukan terinfeksi Cacing Hati pada bagian hati sebaiknya diafkir.

Apabila yang terkena sebagian kecil dari hati maka bagian yang rusak tersebut yang diafkir, dipotong dan dipendam.

Baca juga: Inilah Abimanyu, Hewan Kurban Pilihan Presiden Jokowi dari Sleman di Idul Adha 2022

Sementara bagian hati lainnya masih bisa dikonsumsi. 

"Kalau untuk bagian daging, masih aman dikonsumsi," kata dia. 

Untuk diketahui, petugas pemantau penyembelihan hewan kurban di Kabupaten Sleman berjumlah 289 orang.

Terdiri dari petugas Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan 166 orang, termasuk Kepala Dinas.

Lalu, kader kesehatan hewan 78 orang, dokter hewan praktik mandiri 15 orang dan mahasiswa FKH UGM 30 orang.

Rencananya, pengawasan post mortem penyembelihan hewan kurban ini akan terus dilakukan hingga tanggal 12 Juli mendatang.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved