Eks Mataram Utama FC Harry Kusuma Silaban Ungkapkan Dirinya Sempat Ingin Menyerah Jadi Pesepakbola

Mengubah mimpi menjadi kenyataan memerlukan upaya keras dan konsistensi. Hal itu ada pada diri eks kapten Mataram Utama FC, Harry Kusuma Silaban.

Dok Waljes Studio
Harry Kusuma Silaban 

Namun ternyata harapan Suarez tidak sirna. Ia kemudian ditawari bermain di Mataram Utama FC tahun 2021, tim yang baru lahir pada tahun yang sama.

Pada tahun itu pula, Mataram Utama FC kampiun Liga 3 DIY, kemudian sukses promosi ke Liga 3 seusai lolos ke semifinal Liga 3 Nasional.

Prestasi itu membuat namanya kian melambung. Bahkan kabarnya sejumlah klub Liga 3 ingin menggunakan jasanya musim ini, berharap tuah lolos ke putaran nasional dan promosi ke Liga 2.

Andai kata waktu itu Suarez menyerah, dan memilih menjadi guru olahraga, maka ia tak akan pernah merasakan menjadi pemain profesional.

"Ya, waktu itu kalau saja saya benar-benar memutuskan pensiun dari sepak bola, mungkin sekarang tidak akan sampai di titik ini," tukas pemain jebolan SSB KKK ini.

Berkat Erwan Hendarwanto

Salah satu aktor kesuksesan Suarez menembus skuat Persekat tak lepas dari peran Erwan Hendarwanto, pelatihnya di PS Gama dan Mataram Utama FC.

Kini Erwan juga menjabat sebagai kepala pelatih Persekat Tegal.

"Waktu mau menyerah dulu tiba-tiba dihubungi Coach Erwan untuk main di Mataram Utama. Dari sana saya semangat main bola lagi. Termasuk juga waktu di Persekat. Ya meskipun saya tetap harus seleksi dulu, saingan sama yang lain," katanya.

Suarez bahkan sempat kembali pasrah untuk kali kedua ketika mendengar Mataram Utama FC dijual dan berganti nama jadi Nusantara United FC.

"Waktu inginnya kita main di Mataram Utama FC lagi untuk Liga 2. Terus tiba-tiba ternyata ganti pemilik, ganti nama, ganti home base. Kecewa pasti ada, tapi saya cuma bisa pasrah karena menang begitu kalau sudah masuk sebagai tim profesional," jelasnya.

Seusai mengantarkan Mataram Utama FC promosi, Suarez mengisi kegiatan dengan mengikuti kejuaraan kejuaraan tarkam di Jawa maupun di luar pulau Jawa.

"Sambil cari-cari klub, saya jaga kondisi sambil ikut tarkam. Kalau Yogya biasanya ngajar sepak bola di SSB KKK," terangnya.

Ingin Tembus Skuat Inti

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved