Purworejo
Cara Olah Daging Kurban Saat Wabah PMK Melanda, Penjelasan Pakar Kesehatan Purworejo
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo ingatkan warga tetap waspada dengan wabah Penyakit Mulut dan Kuku
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com Purworejo - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo ingatkan warga tetap waspada dengan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat Idul Adha.
Caranya?
Untuk menghindari penyebarannya maka diperlukan pengemasan dan pengolahan daging kurban yang benar.
Dilansir dari rilis pemerintah kabupaten Purworejo, pada saat Idul Adha, daging kurban, khususnya jeroan supaya direbus terlebih dahulu sebelum dibagikan.
Juga dalam membagikannya antara daging dan jeroan harus dipisahkan atau tidak boleh dicampur.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo Hadi Sadsilo mengatakan, Penularan PMK terjadi dari hewan yang terkena PMK ke hewan lainnya dan memiliki tingkat penularan lebih cepat.
Sedangkan PMK hewan tidak menular ke manusia.
Kabid Kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat drh Sri Widiartik menjelaskan, hewan yang dipotong dalam kondisi sehat tapi ternyata membawa virus, bisa kemunginan terpapar karena virusnya secara kasat mata tidak terihat.
Untuk amannya diupayakan agar merebus kepala, jeroan, kaki dan buntut terlebih dahulu selama 30 menit pada air mendidih.
Lalu untuk mensterilkan tempat penyimpanan daging, terlebih dahulu tempatnya direndam dalam larutan asam cuka. Sedangkan daging yang sudah bau, jangan dikonsumsi karena bakteri sudah berkembang biak pada daging. ( Tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Cara-Olah-Daging-Kurban-Saat-Wabah-PMK-Melanda-Penjelasan-Pakar-Kesehatan-Purworejo.jpg)