Berita Magelang Hari Ini

Pemkab Magelang Berencana Lakukan Perluasan Lahan TPA Pasuruhan untuk Atasi Masalah Sampah

Pemkab Magelang berencana akan lakukan perluasan pada tempat pembuangan akhir atau TPA Pasuruhan sebagai upaya mengatasi permasalahan sampah

TRIBUNJOGJA.COM/ Nanda Sagita Ginting
Penampakan gunung sampah di TPA Pasuruhan, Senin (27/06/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemkab Magelang berencana akan lakukan perluasan pada tempat pembuangan akhir atau TPA Pasuruhan sebagai upaya mengatasi permasalahan sampah di wilayahnya.

Diketahui, berdasarkan kajian teknis oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang bahwa TPA Pasuruhan seharusnya sudah ditutup sejak 2017 karena sudah overload.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang , Sarifudin mengatakan, rencana soal perluasan sebagai tindak lanjut dari kunjungan Menko Marves ke TPA Pasuruhan beberapa waktu lalu.

Baca juga: Piala Presiden 2022: Gol Ze Valente ke Gawang Dewa United antar PSS Sleman Lolos Semifinal

"Percepatan destinasi pariwisata super prioritas (kawasan Borobudur) itu membuat TPA Pasuruhan menjadi perhatian khusus dari Menko Marves. Sebelumnya, Kemenko Marves sudah sering bolak-balik mengunjungi TPA Pasuruhan . Karena melihat kondisi TPA yang sudah over kapasitas seperti itu, maka memfasilitasi serta mengkomunikasikan dengan menteri terkait pengolahan sampah ," ucapnya pada Senin (27/06/2022).

Akhirnya dari kunjungan tersebut, ia melanjutkan, diputuskan untuk dilakukan perluasan lahan sebesar hampir 2,1 hektare.

Sebelumnya, luas lahan TPA Pasuruhan hanya berkisar 1,8 hektar.

"TPA di Kabupaten Magelang terkecil se-Jawa Tengah. Perbandingannya, untuk kota ( Kota Magelang ) saja punya sekitar 7 hektare. Sedangkan, kita (Kabupaten Magelanng) hanya 1,8 hektar tentu kondisinya sudah sangat luar biasa," jelasnya.

Adapun, konteks perluasan direncanakan dibuat pada sebelah selatan pinggir kali progo yang akan dijadikan jadikan cover zone sebagai ruang terbuka hijau untuk penyangga.

Kemudian, pada bagian kanan dan kiri TPA Pasuruhan akan dimanfaatkan untuk mengolah sampah juga.

"Dari kemenko marves menjanjikan juga berkoordinasi dengan kementerian PU akan dibangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Sampahku Tanggung Jawabku (TPST-Samtaku) hampir sama dengan TPS3R itu," ujarnya.

"Nantinya, akan diolah dengan alat2 yang mencukupi, tapi dari kemenko marves minta supaya disediakan minimal 5.000 meter persegi oleh karena itu juga bagian untuk menyediakan TPST Samtaku juga," timpalnya.

Sementara itu, untuk proses pengadaan lahan. Sarifudin mengatakan, pihaknya ditargetkan bisa rampung pada September tahun ini.

Di mana, proses pembebasan lahan seluas sekitar 2,1 hektar mengenai tanah milik warga sejumlah 30 orang yang juga terdampak langsung dari overloadnya TPA Pasuruhan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved