Berita Bantul Hari Ini
DPD PPNI Bantul Gelar Musda ke-10, Ini Pesan Bupati Abdul Halim Muslih
Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawatan Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Bantul menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-10, Sabtu (25/6/2022
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawatan Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Bantul menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-10, Sabtu (25/6/2022).
Musda kali ini mengusung tema 'Perawat Bersama Rakyat Menuju Bantul Sehat dan Hebat'.
Sri Rejeki Arum Wahyuni selaku ketua DPD PPNI Bantul menjelaskan tema ini diangkat untuk menekankan bahwa pentingnya perawat dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat, dan turut andil dalam pencapaian tujuan pembangunan kesehatan serta pencapaian visi SDM yang unggul.
Baca juga: Tiga Remaja jadi Pelaku Begal di Duren Sawit, Dikenal Kejam, Bacok dan Siram Air Keras Korbannya
"Sebagai organisasi profesi yang handal, kami berupaya meningkatkan kualitas layanan kami, menjalin hubungan baik dengan organisasi profesi kesehatan dan selalu siap berkiprah," ujar ketua DPD dua periode dari 2011-2022 ini.
Melalui Musda DPD PPNI Bantul kali ini, organisasi PPNI berharap mampu memberikan manfaat lebih lagi untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
"Ini baru permulaan, pengabdian rekan-rekan perawat di sini adalah ketika nanti sudah dilantik sebagai pengurus, lalu menjalankan program hingga memastikan bahwa dengan program-program itu semakin banyak masyarakat yang terbantu. Khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan perawatan kesehatan yang profesional,” ungkap
Adapun dari data yang ia miliki, setidaknya ada 2.800 perawat yang ada di Kabupaten Bantul tersebar di seluruh instansi kesehatan dan pendidikan.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih yang turut hadir dalam kesempatan itu mengatakan perawat adalah pihak yang terdepan di dalam memberikan pelayanan kesehatan terutama di RS, klinik, puskesmas dan pusat layanan kesehatan yang lain.
"Maka 2.800 perawat di kabupaten Bantul ini perlu ditingkatkan kompetensinya, kemampuannya di dalam memberikan perawatan kepada pasien," ungkapnya.
Pasalnya masyarakat sangat membutuhkan perawat apalagi dalam pandemi Covid-19. Bupati membuktikan, ribuan pasien yang terpapar Covid-19, semua menggantungkan kepada perawat untuk mendapatkan perawatan yang intensif.
Jumlah perawat yang mencapai 2.800 menurut Bupati masih jauh dari mencukupi, sehingga dalam mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi saat pandemi ini, dibutuhkan satu perbaikan sistem di mana tidak hanya perawat saja yang mesti diandalkan sebagai pihak yang terdepan tetapi juga sumber daya kesehatan yang lain.
"Kita merasa kekurangan perawat meski jumlahnya cukup besar, 2.800-an. Ini menunjukan bahwa perawat ini profesi yang sangat strategis untuk mencapai visi kesehatan Pemkab Bantul," imbuhnya.
Baca juga: Antisipasi Subvarian Baru Covid-19, BINDA DIY Gelar Vaksinasi Massal di Kabupaten Bantul
Bupati menjelaskan, di dalam urusan kesehatan, maka perawat menjadi komponen yang strategis dan terdepan dalam mewujudkan masyarakat yang sehat.
Maka dari itu, pihaknya mendorong perawat untuk terus mengembangkan kompetensinya agar di dalam praktik keperawatannya bisa berjalan semakin efektif dan mewujudkan masyarakat yang sehat.
"Harapannya, Musda ini bukan sekedar hajatan 5 tahunan tetapi dapat menghasilkan keputusan produktif, menguatkan para perawat, meningkatkan kompetensi dan komitmen perjuangan perawat untuk mewujudkan Bantul sehat, hebat dan mensejahterakan masyarakat," pungkasnya. (nto)