Berita Gunungkidul Hari Ini
DPP Gunungkidul Mulai Andalkan Burung Hantu untuk Kendalikan Hama Tikus
Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul mulai mengandalkan burung hantu jenis Tyto Alba untuk kendalikan hama tikus.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul mulai mengandalkan burung hantu jenis Tyto Alba untuk kendalikan hama tikus.
Pelepasan perdana unggas ini pun sudah dilakukan belum lama ini.
Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), DPP Gunungkidul , Jayadi mengatakan hingga kini hama tikus masih jadi musuh utama bagi petani.
"Bahkan di musim tanam kemarin, ada puluhan hektare lahan sawah gagal panen akibat serangan tikus ini," ungkapnya pada wartawan, Jumat (24/06/2022).
Baca juga: Akses Jalan Menuju Suko Gedangsari Gunungkidul Dinilai Tak Layak, Dukuh Minta Dukungan Pemkab
Menurut Jayadi, ada sejumlah kapanewon yang kerap dilaporkan mengalami serangan tikus pada lahan sawahnya, antara lain Playen, Karangmojo, hingga Ponjong.
Rencana pengendalian hama tikus dengan burung hantu Tyto Alba ini sudah direncanakan sejak lama.
Namun realisasinya baru bisa dilakukan tahun ini dengan dilakukan pelepasan belasan ekor.
"Burung hantu ini kan musuh alaminya tikus, jadi harapannya populasi tikus sebagai hama bisa lebih terkendali," jelas Jayadi.
Pelepasan burung hantu Tyto Alba di Gunungkidul pertama kali dilakukan di lahan sawah wilayah Kalurahan Banaran, Kapanewon Playen.
Setidaknya ada sekitar 15 ekor burung hantu yang dilepasliarkan.
Kepala DPP Gunungkidul Rismiyadi mengatakan Banaran menjadi wilayah percontohan upaya pengendalian hama tikus.
Pihaknya pun telah membuatkan rumah untuk burung hantu di sekitar lahan.
Baca juga: Warga Suko Gedangsari Gunungkidul Kini Miliki Masjid Megah Bantuan dari Lemdiklat POLRI
"Nanti akan kami kembangkan upaya pengendalian serupa di wilayah lain," ujarnya.
Menurut Rismiyadi, Tyto Alba tak hanya sebagai musuh alami tikus.
Unggas ini juga disebut memiliki perilaku unik, yaitu selalu terbang melewati jalur yang sama setiap harinya.
Perilaku unik ini dinilai bisa membuat pengendalian hama tikus menjadi lebih efektif.
Meski demikian, pihaknya tetap mengupayakan pengawasan langsung oleh petugas untuk menekan potensi serangan hama tikus.
"Memang potensi serangan hama masih ada, tapi bisa dikatakan saat ini masih dalam ambang batas aman," kata Rismiyadi.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/DPP-Gunungkidul-Mulai-Andalkan-Burung-Hantu-untuk-Kendalikan-Hama-Tikus.jpg)