Ternak Sapi yang Dimusnahkan Akibat PMK Dapat Ganti Rugi Rp 10 Juta

Untuk meringankan kerugian para peternak yang hewan ternaknya dimusnahkan akibat wabah PMK, pemerintah akan memberikan ganti rugi sebesar Rp 10 juta

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
istimewa
Mahasiswa FKH UGM bantu pemeriksaan ternak terpapar PMK di Ngemplak, Sleman, Rabu (22/6/2022). Peternak yang sapinya dimusnahkan akibat PMK akan mendapatkan ganti rugi Rp 10 juta per ekor 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Pemerintah pusat memberikan kabar gembira bagi para peternak yang hewan ternaknya dimusnahkan akibat penyakit mulut dan kuku (PMK).

Untuk meringankan kerugian para peternak yang hewan ternaknya dimusnahkan akibat wabah PMK, pemerintah akan memberikan ganti rugi.

Masing-masing sebesar Rp 10 juta per ekor.

"Terhadap hewan yang dimusnahkan ataupun dimatikan paksa, pemerintah akan menyiapkan ganti terutama untuk peternak UMKM itu sebesar Rp 10 juta per sapi," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers di Istana Bogor, Kamis (23/6/2022), dikutip dari tayangan akun YouTube Sekretariat Presiden seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Dalam keterangannya, Airlangga juga menyebutkan sejumlah langkah yang diambil oleh pemerintah untuk penanganan PMK ini.

Salah satu kebijakan yang diambil adalah pelarangan pergerakan ternak sapi di 1.765 kecamatan yang masuk zona merah PMK atau sudah terinfeksi PMK.

Pelarangan pergerakan hewan ternak ini akan dituangkan dalam instruksi Mendagri.

 "Daerah merah ini ada di 1.765 dari 4.614 kecamatan atau di 38 persen. Selurunya detil nanti akan dimasukkan dalam instruksi mendagri," ujar Airlangga.

Baca juga: Antisipasi Wabah PMK, Peternak Widodomartani Sleman Transaksi Jual Beli Sapi Secara Online

Kemudian Airlangga juga menekankan pentingnya kontrol bagi mereka yang keluar masuk area peternakan.

"Artinya biohazard melalui disinfektan itu penting karena kita juga melihat agar carrier daripada virus ini untuk terus dijaga," kata Airlangga.

Langkah selanjutnya yang diambil oleh pemerintah adalah dengan melakukan vaksinasi massal untuk pencegahan penyeraban PMK.

Rencananya, pemerintah akan mengadakan 28-29 juta dosis vaksin PMK untuk digunakan vaksinasi massal bagi ternak di Tanah Air.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebutkan, wabah PMK telah menginfeksi 180.000 ekor sapi di sejumlah wilayah di Indonesia hingga Selasa (21/6/2022).

Saat itu, ia menyebutkan, setidaknya sudah ada 19 provinsi dengan 169 kabupaten dan kota yang melaporkan adanya kasus PMK.

"Kita punya 18 juta ekor, yang terkena (PMK) sekitar 180.000. Itu kurang dari 1 persen," kata Syahrul usai penyerahan program pemberdayaan lintas kementerian di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Selasa. (*)

 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved