Harga Kripto

Harga BITCOIN Hari Ini Ambrol Lagi Sempat Menyentuh US$ 20.000, Bagamana Nasibnya ke Depan?

Terpantau harga Bitcoin / BTC melanjutkan koreksi dan sempat menyentuh kisaran US$ 20.000

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
PEXELS/WORLDSPECTRUM
Ilustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency. 

Tribunjogja.com - Hingga hari ini harga aset kripto dengan merket cap besar masih menunjukkan tren penurunan. Alhasil pasar kripto masih memerah dan membuat investor lesu.

Terpantau harga Bitcoin/BTC melanjutkan koreksi dan sempat menyentuh kisaran US$ 20.000 di tengah situasi makroekonomi dan kekhawatiran pasar terhadap potensi keputusan The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan yang lebih tinggi untuk menekan angka inflasi.

Afid Sugiono, Trader Tokocrypto mengatakan nilai Bitcoin terus turun dari level resistensi US$ 33.000 minggu lalu, yang mengindikasikan hilangnya momentum kenaikan. 

"Hal itu bisa menguatkan bahwa kemungkinan BTC belum bisa kembali reli atau bull run dalam waktu dekat," ujar Afid kepada Kontan.co.id, Selasa (14/6). 

Bitcoin
Bitcoin (Reuters)

Terlebih investor tampak masih takut dengan pergerakan nilai Bitcoin, terlihat dari Bitcoin Fear & Greed Index yang masih melemah di posisi Extreme Fear, sehingga aksi beli sulit dilakukan. Momentum pergerakan BTC dan market kripto secara keseluruhan masih bergantung pada kebijakan The Fed. 

Banyak analis meyakini tingginya inflasi akan membuat The Fed kembali mengerek suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin dalam waktu dekat. Afid mengatakan kondisi pasar saat ini dipenuhi oleh investor institusi yang gerak-geriknya sangat dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi. 

"Ketika situasi ekonomi ke depan diramal tidak menentu, maka mereka akan melepas aset paling berisiko, utamanya aset kripto, terlebih dulu," ucap Afid. 

Perdagangan BTC secara kasar terlihat datar selama seminggu terakhir dan telah terbatas pada rentang perdagangan yang berombak. Level support awal terlihat di $ 25.000, yang mendekati harga terendah sejak 12 Mei lalu.

Afid mengatakan momentum pada grafik harian telah melemah selama beberapa minggu terakhir, menunjukkan tren turun BTC dari harga tertinggi pada November tahun lalu dapat berlanjut dalam jangka pendek. 

"Pergerakan BTC kemungkinan bisa terjadi dikisaran US$ 22.000-US$20.000 dalam beberapa hari ke depan," kata Afid

Namun, penurunan harga yang tajam bisa saja terjadi hingga level support-nya akan berada di $ 17.673 dilihat dari grafik 200-week moving average. Sementara untuk bull run, BTC harus melewati level resistensinya di US$ 25.977.

Menurut Relative Strength Index (RSI) pada grafik mingguan terlihat BTC sudah oversold, yang berarti tekanan jual bisa mereda selama beberapa minggu ke depan, sehingga harganya bisa kembali naik dalam jangka pendek.

Afid menjelaskan sentimen positif masih tetap pada situasi makroekonomi dan keputusan The Fed soal suku bunga acuan untuk menekan angka inflasi di AS. 

Baca juga: Bergerak Fluktuatif, Bagaimana Prediksi Harga Bitcoin dan Aset Kripto Lain Kedepan?

"Selain itu, banyak perusahaan manajemen investasi dan institusi lainnya ternyata tidak memborong aset kripto saat harganya jatuh. Dari data Coinshares menunjukkan, investor justru menarik dana US$ 102 juta dari produk investasi berbasis aset kripto sepanjang pekan lalu," tutur Afid. 

Sentimen negatif lainnya datang dari drama platform pinjam-meminjam kripto, Celsius yang secara mengejutkan menghentikan proses penarikan dana (witdrawals) akibat situasi pasar yang ekstrem. Selain itu tindakan MicroStrategy terhadap market yang crash juga patut diperhatikan, karena mereka memiliki sejumlah BTC yang cukup banyak dan bisa menggerakan market.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved