Peserta BPJS Kesehatan Bisa Akses Layanan JKN KIS Lewat NIK Hingga Skrining Kesehatan

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Ni Ketut Sri Budiani menuturkan, untuk mengakses layanan JKN KIS kini bisa dilakukan lewat NIK pada KTP.

TRIBUNJOGJA.COM/ Nanda Sagita Ginting
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Ni Ketut Sri Budiani saat media gathering pada Kamis (09/06/2022). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Ni Ketut Sri Budiani menuturkan, untuk mengakses layanan JKN KIS kini bisa dilakukan lewat NIK pada KTP.

"Sekarang menjadi lebih mudah, peserta JKN-KIS yang datang ke fasilitas kesehatan apabila tidak dapat menunjukkan KIS atau KIS Digital, maka dapat menunjukkan NIK yang tercantum di Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. Selama pasien datang ke fasilitas kesehatan sesuai prosedur maka akan tetap mendapatkan pelayanan," ujarnya saat media gathering pada Kamis (09/06/2022).

Baca juga: Kabar Haji, Jemaah Haji Positif Covid-19 Bakal Dimutasi, Wajib Kenakan Gelang Identitas

Selain upaya peningkatan kualitas mutu layanan kepada masyarakat. Pemberlakuan NIK sebagai identitas peserta program JKN-KIS juga bertujuan untuk implementasi kebijakan yang telah ditetapkan.

Melalui Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas UU 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan, yang mengatur bahwa NIK menjadi nomor identitas tunggal untuk semua urusan publik.

Serta, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan yang menyebutkan, nomor identitas tunggal berlaku untuk semua program jaminan sosial.

"Manfaat NIK sebagai identitas peserta program JKN KIS yakni memudahkan peserta membawa sati jenis satu kartu identitas. Kemudian, prosesnya lebih cepat sehingga mendapatkan pelayanan kesehatan menjadi lebih maksimal, serta data peserta akan lebih terintegrasi ,"ucapnya.

Keseriusan BPJS Kesehatan memanuver pelayanan menjadi digital agar lebih efektif dan efisien.

Turut dilengkapi fasilitas lainnya salah satunya layanan skrining kesehatan yang bisa diakses lewat aplikasi Mobile JKN, website, Chat Assistant JKN (Chika), atau datang langsung ke fasilitas kesehatan (faskes).

Baca juga: Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro Bahas Ze Valente Sebelum Lawan Persis Solo Besok

Kabid Penjaminan Manfaat Primer (PMP) BPJS Kesehatan Nurhadi Hidayat menuturkan, peserta JKN-KIS wajib melalukan skrining riwayat kesehatan. 

Hal ini dilakukan untuk mengetahui potensi risiko empat penyakit kronis. Yakni diabetes melitus (DM), ginjal kronik, hipertensi, jantung koroner. 

"Skrining ini sangat penting dilakukan peserta JKN-KIS, minimal setahun sekali.

"Sekarang diwajibkan, agar skrining riwayat kesehatan membudaya di masyarakat. Dengan melakukan skrining, dapat diketahui tingkat risiko penyakit peserta. Mulai dari tingkat rendah, sedang, sampai tinggi sehingga dapat dilakukan upaya penyembuhan atau pencegahan," urainya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved