Berita Kota Yogya Hari Ini

Pemkot Yogya Realisasikan Ruang Laktasi di Teras Malioboro 2

Pengadaan ruang laktasi sebagai bagian dari komitmen eksekutif, dalam strategi pengendalian stunting di wilayahnya.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Sekda Kota Yogya, Aman Yuriadijaya, saat meresmikan ruang laktasi di Teras Malioboro 2, Kamis (9/6/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemkot Yogyakarta merealisasikan sebuah ruang laktasi, atau ruangan khusus bagi ibu menyusui, di Teras Malioboro 2, Kamis (9/6/2022).

Hal tersebut, sebagai bagian dari komitmen eksekutif, dalam strategi pengendalian stunting di wilayahnya.

Sekda Kota Yogyakarta , Aman Yuriadijaya, menyampaikan, bagaimanapun, pengendalian stunting masih menjadi satu di antara prioritas Pemkot Yogyakarta .

Sehingga, penyediaan ruang laktasi , terutama di ruang-ruang publik sarat pengunjung, jadi bentuk keseriusan dalam pemenuhan gizi anak.

Baca juga: Dialog Menteri Koperasi dengan PKL di Teras Malioboro, Ini Pesan Teten Masduki pada Pedagang

"Ini wujud dukungan kita untuk penanggulangan stunting. Apalagi, Teras Malioboro 2 ini sangat strategis, dimana tiap harinya selalu ramai pengunjung," ungkapnya.

Aman mengungkapkan, pengadaan ruang laktasi tersebut, tidak akan berhenti di Teras Malioboro 2 saja.

Ke depannya, Pemkot pun siap merealisasikan di titik-titik strategis lain.

Namun, lanjut Sekda, sampai sejauh ini, pihaknya masih memetakan, lokasi-lokasi yang diprioritaskan.

"Kalau kita melihat semangat pengendalian stunting itu sebagai prioritas, sedang diobservasi, titik-titik mana saja yang memungkinkan untuk diupayakan ruang laktasinya, agar kepentingannya tepat sasaran," cetusnya.

Ia berujar, ruang laktasi yang tersedia di Teras Malioboro 2 merupakan prototype paling ideal, karena pengadaannya bekerja sama dengan pihak universitas, serta melewati rangkaian riset.

Baca juga: Idulfitri 2022, Pendapatan Pedagang Teras Malioboro 2 Hanya Naik 20 Persen

Sehingga, besar kemungkinan, jenis prototype ini yang nantinya akan diperluas lagi.

Termasuk, untuk menyempurnakan ruang menyusui yang pengelolaannya berada di bawah swasta.

Ia tak menampik, meski jumlahnya sudah cukup banyak, beberapa ruang laktasi itu, dianggap belum cukup represenratif.

"Kita arahkan Dinkes (Dinas Kesehatan) untuk membina seluruh pemangku kepentingan. Karena prototype ini yang ideal, maka pembinaan teknis masuk pada upaya-upaya penyempurnaan juga tentu," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved