Berita Bisnis Terkini

Imbas PMK, Permintaan Daging Sapi di Gunungkidul Turun 30 Persen

Merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK ) pada ternak di Gunungkidul mulai berpengaruh pada permintaan daging sapi . 

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Suasana Pasar Hewan Siyono Playen, Gunungkidul yang sepi tanpa aktivitas pada Selasa (07/06/2022). Pasar hewan ini ditutup sebagai upaya mencegah meluasnya penularan PMK. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK ) pada ternak di Gunungkidul mulai berpengaruh pada permintaan daging sapi

Hal ini diketahui dari hasil pantauan yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan (Disdag) setempat.

Analis Kebijakan Ahli Muda, Disdag Gunungkidul , Sigit Haryanto mengungkapkan permintaan daging sapi turun sejak munculnya PMK.

"Turunnya sekitar 30 persen," ungkap Sigit dihubungi pada Selasa (07/06/2022).

Baca juga: Kasus Suspek PMK di Gunungkidul Bertambah Jadi 118 Kasus, 22 Ekor Hewan Ternak Dinyatakan Positif

Ia tak menampik turunnya permintaan dipengaruhi oleh isu soal PMK pada ternak.

Apalagi penjualan ternak juga saat ini juga lesu dengan penutupan aktivitas pasar hewan.

Sigit juga mengatakan harga daging sapi di pasaran terpantau ikut melorot.

Namun penurunan terbilang tipis dibanding harga normalnya di kisaran Rp 130 ribu per kilogram (kg).

"Sekarang ini harga daging sapi di kisaran Rp 125 ribu per kg," ujarnya.

Lantaran transaksi jual-beli daging sapi mulai terpengaruh isu PMK , Sigit mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya.

Terutama guna menjaga harga agar tidak anjlok.

Satu di antaranya dengan meningkatkan pemantauan dan pengawasan, terutama guna memastikan kualitas daging sapi yang dijual tetap aman untuk dikonsumsi.

Baca juga: Temuan Kasus PMK di DIY Mencapai Ratusan, 30 Persen di antaranya Berada di Gunungkidul

"Kami berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) untuk pengawasan," jelas Sigit.

Sebelumnya, Kepala DPKH Gunungkidul Wibawanti Wulandari mengatakan sudah sebanyak 118 ternak berstatus Suspek PMK.

Sebanyak 22 di antaranya dinyatakan positif terpapar penyakit tersebut.

Selain penutupan pasar hewan, pihaknya berencana untuk melakukan vaksinasi pada ternak.

Adapun persediaan vaksin nantinya akan didistribusikan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

"Saat ini kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari sana," kata Wibawanti.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved