GIPI DIY : Candi Borobudur Masih Jadi Magnet Utama Wisman di DI Yogyakarta

Candi Borobudur menjadi daya tarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke DIY dan sekitarnya.

TRIBUNJOGJA.COM/ Nanda Sagita Ginting
Suasana kawasan wisata Candi Borobudur, Selasa (18/01/2022). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wacana kenaikan harga tiket masuk ke Candi Borobudur dapat berdampak pada pariwisata DIY.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Litbang Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Ike Janita Dewi.

Ia mengatakan Candi Borobudur menjadi daya tarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke DIY dan sekitarnya.

Menurut kajian, 90 persen wisman yang berkunjung ke DIY memiliki motivasi utama untuk berkunjung ke Candi Borobudur .

Untuk itu, DIY harus menawarkan alternatif heritage sekelas Candi Borobudur. 

Baca juga: Harga Tiket Candi Borobudur Bakal Naik Rp750 Ribu, Dispar DIY: Bakal Berdampak Juga ke Yogyakarta 

"Sebenarnya kompleks Candi Prambanan, Ratu BoKo, dan kawasan Shiva Pletau tidak kalah menarik. Tapi perlu manajemen kunjungan sebagai satu kawasan terintegrasi," katanya, Selasa (07/06/2022).

Menurut dia, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mengakselerasi pengembangan kawasan Shiva Pletau, terutama karena akses ke Gunungkidul juga sudah tersambung.

Ia menerangkan Pemda DIY harus memetakan positioning semua daya tarik wisata.

Pengamat Pariwisata Universitas Sanata Dharma tersebut juga berharap Pemda DIY mempertimbangkan persepsi pasar dalam menetapkan harga tiket. 

"Bukan masalah mahal atau murah. Tapi value apa yang didapat wisatawan dari daya tarik wisata tersebut. Harga juga harus sesuai dengan kualitas produk dan layanan. Termasuk mempertimbangkan bahwa volume kunjungan wisatawan masih dibutuhkan untuk memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat,"terangnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved