Ada CPNS dan PPPK Tahun 2021 Mengundurkan Diri, Komentar Pengamat Kebijakan Publik

Banyak calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menyatakan undur diri setelah diterima melalu seleksi rekrutmen CPNS pada tahun 2021

Editor: Iwan Al Khasni
menpan.go.id
ementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menyatakan tidak ada penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) secara besar-besaran tahun 2022 

Tribunjogja.com JAKARTA = Banyak calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menyatakan undur diri setelah diterima melalu seleksi rekrutmen CPNS pada tahun 2021.

Berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) hingga Jumat (27/5), terdapat 100 CPNS dan PPPK tahun 2021 yang mengundurkan diri.

Menanggapi hal ini Pengamat Kebijakan Publik, Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai mesti ada perbaikan dalam tata cara rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB).

“Artinya misalnya mereka yang menyatakan diterima mundur, ada sistem ringking gitu untuk dibuat cadangannya."

"Kemudian jika yang diterima pada posisi pertama mundur langsung bisa digantikan oleh posisi kedua. Jadi pola itu saja yang diterapkan,” kata dia, Rabu (1/6/202).

Trubus menambahkan, pemerintah perlu menerapkan sanksi yang tegas pada ASN yang mengundurkan diri.

Perlu ditekankan pada saat pendaftaran akan tanggung jawab pada Calon ASN/ CPNS jika memang nantinya sudah diterima.

Pemerintah juga perlu menginformasikan bagaimana nanti sangsi dan pekerjaan yang akan dilakukan oleh calon ASN.

Sehingga pada saat mendatar dan diterima mereka sudah dapat bertanggung jawab dengan pilihannya nantinya.

“Jadi menurut saya yang perlu ditekankan adalah tanggung jawab ketika dia memilih sebagai ASN, tentang pekerjaan pengabdian. Saya rasa alasan gaji kecil sebenarnya mereka sudah tahu kalau jadi aparatur sipil gajinya memang kecil. Jadi yang perlu ditekankan adalah komitmennya,” tambah Trubus.


Selanjutnya terkait dengan banyaknya anak muda yang enggan menjadi ASN, menurut dia hal justru baik untuk negara karena anak muda sudah bisa memilih sektor lain untuk dijadikan pekerjaan. Dengan ini pemerintah juga bisa mendukung generasi muda agar juga bisa menggerakkan sektor ekonomi nasional.

“Karena mereka bisa menjadi pengusaha atau bidang bisnis lain. Apalagi di era sekarang dengan digitalisasi, orang yang kreatif ini mendapatkan uang lebih tepat dari sektor informal dari pada harus jadi ASN,” imbuh dia.

Sementara untuk menarik anak muda untuk menjadi ASN. Trubus menyarankan agar pemerintah dapat memperbaiki pola kerja yang juga diminati oleh anak muda. Misalnya dengan menerapkan digitalisasi dan pekerjaan yang fleksibel.

“Harus lebih banyak menerapkan digitalisasi, dan mungkin pekerjaan yang lebih fleksibel. Karena anak muda kan senang pekerjaan yang fleksibel, bisa dikerjakan di mana saja, tidak harus di kantor kecuali sektor yang mengharuskan, mungkin hal ini perlu dicoba," pungkas Trubus. (*)

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved