Berita Bisnis Terkini
Jawab Kebutuhan Industri Cold Chain, XL Axiata Bangun Solusi IoT "Temptrax 2501”
Temptrax 2501 bermanfaat untuk melakukan monitoring suhu hingga minus 55 derajat celcius, serta memiliki fitur local data logger.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com - PT XL Axiata Tbk ( XL Axiata ) terus mengembangkan solusi berbasis Internet of Things (IoT) yang mengakomodir para pelaku usaha dari berbagai segmen.
Salah satu produk yang sedang dikembangkan di Lab pengembangan IoT milik XL Axiata, X-Camp, adalah “Temptrax 2501” berupa smart chiller guna menjawab kebutuhan industri Cold Chain.
Solusi ini bertujuan untuk membantu permasalahan dalam rantai industri berbasis cold storage untuk dapat menjaga kualitas makanan dan obat-obatan dengan cara monitoring lingkungan tempat penyimpanan.
X-Camp telah mengembangkan solusi Temptrax 2501 sejak 2021.
Saat ini solusi berbasis IoT ini masih dalam bentuk prototipe untuk dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan pengguna dari kalangan industri.
Baca juga: XL Axiata Business Solutions Siap Dukung Percepatan Digitalisasi untuk Smart City
Meski demikian, setelah melalui uji coba beberapa bulan, semua fungsi Temptrax 2501 sudah bisa bekerja secara optimal saat perilisannya pada 1 April 2022.
“ Temptrax 2501 adalah MVP (Minimum Viable Product) yang dibuat oleh X-Camp, fasilitas lab IoT yang kami miliki, yang siap dibuat secara masif. Seperti halnya produk IoT lainnya, Temptrax 2501 harus senantiasa menyesuaikan dengan kebutuhan market yang biasanya spesik. Kustomisasi terkait fitur, SLA, dan harga saat ini masih perlu kami pelajari lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan user sebelum lanjut ke ranah komersialisasi. Saat ini Temptrax juga sudah dapat terintegrasi dengan sistem SMILE milik Kemenkes RI," ujar Direktur & Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa melalui siaran resmi yang diterima Tribunjogja.com .
Gede menambahkan, awalnya solusi ini diciptakan berdasarkan situasi saat pandemi, yaitu saat proses pendistribusian vaksin Covid-19 belum tersebar merata di seluruh Indonesia serta pengecekan suhu vaksin Covid-19 masih dilakukan secara manual di lokasi penyimpanan.
"Selain itu, mengingat Indonesia merupakan pasar terbesar ke-7 di dunia pada industri cold chain, solusi ini juga dapat mengatasi problematika serupa pada kasus dalam industri F&B seperti frozen food dan es krim," tambahnya.
Temptrax 2501 memiliki kemampuan untuk melakukan monitoring suhu hingga minus 55 derajat celcius, serta memiliki fitur local data logger.
Seluruh manfaat tersebut dapat diakses pengguna dengan sinyal 2G, 3G, dan 4G melalui dashboard monitoring.
Dari fitur tersebut, user dapat mengetahui posisi lokasi alat pendingin. Temptrax 2501 juga menyediakan data untuk keperluan analisa kualitas produk.
Alat ini juga memiliki backup battery sehingga menjamin ketersediaan daya selama monitoring.
Bagaimana cara kerja solusi Temptrax 2501 ini? Perangkat ini ditaruh di dalam tempat penyimpanan yang bersuhu dingin.
Dengan demikian, Temptrax bisa mengukur suhu di dalam tempat pendingin tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Jawab-Kebutuhan-Industri-Cold-ChainXL-Axiata-Bangun-Solusi-IoT-Temptrax-2501.jpg)