Serie A

AC MILAN: Rafael Leao Bawa Berita Baik untuk Milanisti

Rafael Leao mengaku ingin menjadi pemain penting dan menjadi simbol Rossoneri di masa mendatang.

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Tiziana FABI / AFP
Rafael Leao selebrasi di Liga Italia Serie A AC Milan vs Fiorentina di San Siro 

TRIBUNJOGJA.COM - Pendukung sejati AC Milan, Milanisti pantas berlega hati soal masa depan Rafael Leao.

Leao mengaku ingin menjadi pemain penting dan menjadi simbol Rossoneri di masa mendatang.

Pemain Portugal itu juga senang mendengar Real Madrid tertarik untuk merekrutnya, tetapi dia tetap ingin rendah hati menanggapi kabar itu.

Pemain sayap kiri akan berusia 23 tahun bulan depan dan dianggap oleh banyak orang sebagai pemain kunci dalam kesuksesan Scudetto.

Penyerang sayap yang banyak beroperasi di sisi kiri itu telah mencetak 11 gol dan memberikan 10 assist dalam 34 penampilan Serie A.

Rafael Leao saat AC Milan vs Atalanta di San Siro
Rafael Leao saat AC Milan vs Atalanta di San Siro (Twitter @AC Milan)

Catatan itu termasuk koleksi hat-trick assist dalam kemenangan 3-0 yang menentukan atas Sassuolo di hari terakhir musim ini.

Pemain timnas Portugal itu terikat kontrak hingga Juni 2024 dengan klausul rilis €150 juta dan dilaporkan menarik perhatian Real Madrid.

“Saya di AC Milan, saya memiliki dua tahun tersisa di kontrak saya dan saya merasa betah di sana,” kata Leao dikutip Tribun Jogja dari A Bola via Football Italia.

“Saya senang mendengar AC Milan mengatakan saya adalah pemain yang tidak tersentuh (tidak akan dijual).

“Rumor tentang minat Real Madrid membuat saya bahagia, tetapi saya tetap harus rendah hati. Saya bangga bekerja dengan pemain berpengalaman seperti itu.”

Sementara itu,direktur teknik AC Milan Paolo Maldini menggambarkan Leao sebagai berlian mentah yang masih dapat terus diasah untuk bersinar.

Dan sang pemain sendiri mengakui bahwa ia harus menjalani proses yang lambat untuk mengeluarkan potensinya bersama tim Merah-Hitam.

“Saya meninggalkan Sporting sangat muda pada 2018 dan pergi ke Lille. Orang mungkin tidak menyadarinya, tetapi Ligue 1 juga merupakan liga yang kuat dan saya berevolusi dari sana.

“Dua tahun pertama tidak berjalan seperti yang saya inginkan di Milan, tetapi sekarang saya lebih dewasa dan merasa lebih percaya diri.

“Saya ingin menjadi titik referensi untuk klub dan tim nasional saya. Saya berharap untuk melakukan hal-hal besar di masa depan.”

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved