Berita Kota Yogya Hari Ini
25 Industri Pariwisata Semarang Pikat 50 Buyer Yogya Pasca Aturan Perjalanan Dilonggarkan
Pemkot Yogyakarta dan Pemkot Semarang menggelar sesi table top untuk menggeber industri pariwisata yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19 .
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemkot Yogyakarta dan Pemkot Semarang menggelar sesi table top untuk menggeber industri pariwisata yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19 .
Dalam rangkaian acara bina usaha 'Experience Semarang Getaway 2022' di Hotel Harper, Kota Yogyakarta , Selasa (24/5/2022), sesi table top mempertemukan 25 pelaku industri pariwisata daerah pelaksana (sellers) dari Kota Semarang dengan 50 pelaku industri pariwisata daerah tujuan (buyers) yang terdiri dari event organizer, corporate dan biro perjalanan.
Table top, selain demi promosi wisata di Kota Semarang juga dimaksudkan untuk menggerakkan roda perekonomian di sektor pariwisata.
Serta mempercepat pemulihan dari dampak yang disebabkan oleh pandemi ini.
Baca juga: Dinas Pariwisata DIY Mulai Membuka Atraksi Wisata yang Melibatkan Banyak Penonton
"Mereka ke Semarang bisa jalan-jalan, bisa makan (wisata kuliner), yang selama ini mungkin Jogja itu kan sudah terkenal. Nah Semarang butuh, kita kerjasama bagaimana Semarang juga menjadi satu kerjasama," kata Kepala Bidang Industri Pariwisata Disbudpar Kota Semarang, Samsul Bahri Siregar di Hotel Harper, Kota Yogyakarta , Selasa.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko berharap terjalin transaksi antara buyer dan seller dari kedua kota seiring adanya pelonggaran syarat perjalanan yang memudahkan mobilitas wisatawan lewat berbagai akses tersedia.
"Didukung dengan terbitnya aturan perjalanan baru yang tidak mewajibkan menunjukkan hasil negatif PCR atau antigen bagi yang sudah mendapatkan vaksin booster, maka semakin mempermudah wisatawan lokal maupun asing masuk ke Kota Sematang maupun Yogyakarta," kata Wahyu.
Pihaknya berharap, kerjasama antar kedua kota dapat terus berkesinambungan.
Menciptakan kebangkitan dan era baru pariwisata di tengah situasi pandemi Covid-19 .
"Sehingga industri pariwisata di kedua kota dapat semakin berperan memberikan dorongan bagi pergerakan ekonomi masyarakat berbasis pariwisata," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Pusat telah mengumumkan kebijakan pelonggaran penerapan protokol kesehatan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Selasa (17/5/2022) kemarin.
Pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker bagi masyarakat yang berkegiatan di ruang terbuka.
Baca juga: Dinas Pariwisata DIY : Lepas Masker di Obyek Wisata Harus Disesuaikan dengan Situasi yang Ada
Masyarakat diperkenankan tak mengenakan masker selama beraktivitas di ruang terbuka yang tidak padat manusia.
Untuk kegiatan di ruangan tertutup dan transportasi publik, masker masih jadi alat pelindung diri yang wajib dipakai.
Masyarakat yang masuk kategori rentan, lansia, atau memiliki penyakit komorbid, mengalami gejala batuk dan pilek tetap menggunakan masker saat beraktivitas.
Selain masker, pemerintah turut melonggarkan kebijakan tes PCR atau antigen bagi pelaku perjalanan.
Pelaku perjalanan dalam negeri dan luar negeri yang sudah mendapatkan dosis vaksinasi lengkap sudah tidak perlu lagi melakukan tes swab PCR maupun antigen.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/25-Industri-Pariwisata-Semarang-Pikat-50-Buyer-Yogya-Pasca-Aturan-Perjalanan-Dilonggarkan.jpg)