DEWG G20 Susun Bali Package, Lima Isu Konektivitas Digital Jadi Bahasan

Bali Package merupakan hasil diskusi lanjutan dari Pre-Meeting Workshop dan Pertemuan DEWG Pertama pada Bulan Maret 2022 lalu.

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Menkominfo Johnny G. Plate (tengah) didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo/Chair DEWG Mira Tayyiba dan Juru Bicara Kementerian Kominfo/Alternate Chair DEWG Dedy Permadi saat memberikan pernyataan resmi kepada awak media di Yogyakarta, Rabu (18/5/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate mengungkapkan, pertemuan kedua Digital Economy Working Group (DEWG) Presidensi G20 Indonesia di Yogyakarta, 17-19 Mei 2022 merumuskan dokumen Bali Package.

Dokumen itu merupakan hasil diskusi lanjutan dari Pre-Meeting Workshop dan Pertemuan DEWG Pertama pada Bulan Maret 2022 lalu.

Johnny G Plate mengatakan, dalam dua pertemuan itu, delegasi telah berdiskusi dan bertukar informasi mengenai tiga isu prioritas untuk mewujudkan percepatan transformasi digital global.

“Sebagai tindak lanjut atas kedua pertemuan tersebut, kami juga telah berkonsultasi dengan negara anggota G20 serta berkoordinasi dengan para Knowledge Partner DEWG. Seluruh masukan tersebut telah kami catat, rangkum, dan olah menjadi rancangan deklarasi, atau yang telah diperkenalkan sebagai Bali Package,” jelasnya dalam Konferensi Pers Sidang Kedua Digital Economy Working Group G20 di Yogyakarta , Rabu (18/05/2022).

Baca juga: DEWG G20 Fokus Bahas Isu Konektivitas dan Pemulihan Pascapandemi Covid-19

Melalui kedua pertemuan tersebut, telah dilakukan diskusi dan pertukaran informasi antarnegara G20 dalam tiga isu prioritas DEWG, untuk mewujudkan percepatan transformasi digital secara global.

“Ketiga isu tersebut antara lain yaitu. (1) konektivitas dan pemulihan pasca-COVID-19, (2) keterampilan digital dan literasi digital, dan (3) Data Free Flow with Trust (DFFT) dan Cross- Border Data Flow (CBDF),” jelas Menkominfo .

Menurut Johnny Dokumen Bali Package nantinya mencerminkan komitmen G20 , dalam mencapai pemulihan yang tangguh melalui kerja sama, untuk transformasi digital yang inklusif, berdaya, dan berkelanjutan.

“Untuk memulai penyusunan dokumen Bali Package, pembahasan pada Pertemuan DEWG Kedua kali ini, akan difokuskan pada isu prioritas pertama, yakni konektivitas dan pemulihan pascapandemi Covid-19 ,” ujarnya.

Ada lima subtopik pembahasan dalam isu konektivitas dan pemulihan pascapandemi Covid-19 .

“Dalam pembahasan konektivitas dan pemulihan pascapandemi Covid-19 , kami membahas 5 sub-topik, yaitu People-centered Digital Connectivity, Digital Security as Key Enabler to Support Business Continuity, G20 Digital Innovation Network, Digital Transformation Expo dan  ITU’s Smart Village and Smart Island Initiative,” jelasnya

Mengenai People-centered Digital Connectivity, Johnny menjelaskan konektivitas digital menjadi perhatian penting delegasi.

Menurutnya dalam pertemuan DEWG Kedua, pembahasan mengenai pemulihan ekonomi pasca-Covid-19 , sangat didukung melalui pemanfaatan konektivitas digital dalam memecahkan berbagai persoalan masyarakat, serta memberdayakan masyarakat itu sendiri.

Baca juga: Sidang Kedua DEWG G20 Digelar, Menkominfo Tekankan Pentingnya Atasi Kesenjangan Digital

“Pandemi telah menunjukkan seberapa bergantungnya kita terhadap ekosistem digital di berbagai sektor publik seperti pendidikan, kesehatan, dan pembangunan ekonomi,” tuturnya.

Sebab itu, Delegasi DEWG G20 membahas pemahaman bersama mengenai pengembangan konektivitas digital yang berpusat pada masyarakat.

“Berangkat dari kebutuhan tersebut, DEWG membahas pemahaman bersama akan konektivitas digital, dengan menempatkan masyarakat sebagai fokus utama pengembangan konektivitas digital (people-centered digital connectivity),” jelasnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved