Hasil Panen Kacang Tanah Gunungkidul Capai Lebih dari 19 Ribu Ton di 2022
Hasil panen pun diperkirakan masih akan terus bertambah, mengingat proses panen masih terus berlangsung.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Hasil panen kacang tanah di Gunungkidul mencapai lebih dari 19 ribu ton di paruh awal 2022 ini.
Hasil panen pun diperkirakan masih akan terus bertambah, mengingat proses panen masih terus berlangsung.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Rismiyadi, mengatakan hasil panen kacang tanah tersebut tercatat sejak Januari hingga April ini.
"Hasil produksi selama periode tersebut mencapai 19.250 ton kacang tanah," katanya memberikan keterangan pada Minggu (15/05/2022).
Menurut Rismiyadi, luas panen kacang tanah di Gunungkidul selama periode tersebut mencapai 15.962 hektare (ha).
Adapun angka produktivitasnya mencapai 12,06 ton per ha.
DPP Gunungkidul sendiri juga berencana mengembangkan budidaya tanaman kelengkeng di tahun ini.
Rencananya, proses budidaya akan memanfaatkan lahan di dua kapanewon, yaitu Semin dan Patuk.
"Luas lahan untuk budidaya kelengkeng ini totalnya sekitar 20 ha," ungkap Rismiyadi.
Pada Sabtu (14/05/2022) lalu, tim DPP Gunungkidul meninjau hasil panen kacang tanah di Kapanewon Semanu, Tepus, Tanjungsari, dan Patuk.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta pun ikut serta dalam peninjauan tersebut.
Ia menilai hasil panen kacang tanah tahun ini terbilang lebih baik ketimbang tahun sebelumnya. Klaim itu didasarkan pada ukuran kacang yang dipanen hingga kuantitasnya.
"Ukuran kacangnya besar, hasil panennya juga terbilang merata di 4 kapanewon ini," kata Sunaryanta.
Meski demikian, ia melihat masih banyak warga yang masih menyimpan hasil panen kacang tanah di rumah.
Ia berharap para petani tersebut menjual hasil panen tersebut agar bisa mendapat penghasilan lebih.
Adapun harga kacang tanah di 4 kapanewon ini berkisar antara Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per kilogram (kg).
Harga tersebut tergantung pada tingkat kekeringan kacang tanah yang akan dijual.
"Namun warga juga harus hati-hati dan cermat dalam menjual, agar tidak dipermainkan tengkulak," ujar Sunaryanta. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sunaryanta-meninjau-hasil-panen-kacang-tanah.jpg)