Gejala Umum Hepatitis Akut Misterius dan Penanganannya Menurut Ahli Kesehatan

Fasilitas kesehatan tersebut ditujukan untuk memeriksa dan menangani penyakit hepatitis akut misterius.

Tayang:
Editor: Iwan Al Khasni
Everyday Health
Ilustrasi hepatitis 

Tribunjogja.com - Seiring dengan merebaknya kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan menyiapkan sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama, mulai dari Puskesmas hingga Rumah Sakit.

Fasilitas kesehatan tersebut ditujukan untuk memeriksa dan menangani penyakit hepatitis akut misterius.

Seluruh faskes tingkat pertama dan Rumah Sakit juga diminta untuk menambah kapasitas dan kompetensi untuk memeriksa penyakit misterius yang hingga saat ini belum diketahui penyebabnya itu.

Instruksi tersebut dikeluarkan oleh Prof. dr. Abdul Kadir selaku Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan melalui Surat Edaran yang diteken pada Senin (9/5/2022).

Saat dikonfirmasi, Dokter Perinatologi Adhi Nur Radityo dari RSIA Anugerah Semarang mengatakan bahwa pasien yang memiliki gejala hepatitis akut misterius bisa segera dilarikan ke faskes utama untuk mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit Atau pasien bisa juga langsung segera dibawa ke rumah sakit.

"Keduanya bisa," terang Adhi, saat dihubungi oleh Kompas.com, Rabu (11/5/2022).

Tahapan rujukan pasien hepatitis akut misterius Bagi pasien yang berusia kurang dari 16 tahun dan bergejala hepatitis akut misterius, Adhi menyarankan untuk segera dibawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.

Adapun gejala hepatitis akut misterius, di antaranya:

  • Demam mual atau muntah
  • Sakit perut akut Diare akut
  • Lesu Myalgia Disertai atau tidak disertai keluhan respirasi
  • Bisa diikuti gejala ikterus atau penurunan kesadaran.
  • Berikut tahapan rujuan pasien yang memiliki gejala tersebut:
  • Pasien melakukan pemeriksaan SGPT (ALT) dan SGOT (AST)
  • Apabila hasil >500 U/L, pasien langsung dirujuk ke rumah sakit
  • Sebaliknya, jika hasilnya <500>
  • Jika observasi telah meninunjukkan hasil >500 U/L, pasien langsung dirujuk ke rumah sakit

Kendati demikian, jika pasien tidak mampu melakukan pemeriksaan SGPT (ALT) dan SGOT (AST) maka langsung dirujuk ke Rumah Sakit Rujukan ini diutamakan menggunakan Sisrute (Sistem rujukan terintergrasi)

Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan oleh petugas Rumah Sakit Bagi pasien probable hepatitis akut misterius yang disertai dengan penurunan kesadaran dengan INR <1>

Sementara bagi pasien yang mengalami penurunan kesadaran dengan INR >1,5, didiagnosis sebagai hepatitis fulminan dan harus dirawat di ruang PICU atau dirujuk ke fasilitas PICU

Adapun bagi pasien yang probable hepatitis akut misterius tanpa diikuti penurunan kesadaran, tetap akan dilakukan pengecekan INR Pasien dengan INR <2>

Sementara pasien dengan INR >2 akan didiagnosis sebagai hepatitis fulminan dan harus dirawat di ruang PICU atau dirujuk ke fasilitas PICU.

Adhi juga mengatakan bahwa seluruh perawatan hepatitis akut misterius ini bisa dilakukan menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. "Sangat bisa (menggunakan BPJS Kesehatan)," ungkapnya.

Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk segera memeriksakan buah hati mereka apabila bergejala hepatitis akut misterius. Sebelumnya, dugaan kasus hepatitis akut misterius pertama kali diumumkan oleh Kemenkes pada 1 Mei 2022. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved