Yamaha XSR 155 'Big Wheels', Rombak Kaki-kaki Pakai Roda ATV

Tengok saja Yamaha XSR 155 'Big Wheels' garapan kustom builder WBikes Kustom asal Yogyakarta, Wendy Purnama Putra.

istimewa
Yamaha XSR 155 'Big Wheels' garapan WBikes Kustom Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Motor kini tidak hanya jadi alat transportasi, tapi sudah bergeser menjadi life style alias gaya hidup.

Bahkan tak berlebihan jika menyebut bahwa motor kustom menjadi cerminan kepribadian si pemilik roda dua, menjadi lebih personal lantaran tak ada duanya.

Tengok saja Yamaha XSR 155 'Big Wheels' garapan kustom builder WBikes Kustom asal Yogyakarta , Wendy Purnama Putra.

Pria yang berdomisili di Kotagede, DI Yogyakarta ini merancang Yamaha XSR 155 sesuai kepribadiannya yang 'nyeleneh', tak heran ia kerap melahirkan ide-ide liar dalam motor-motor kustom garapannya.

Baca juga: INFO Prakiraan Cuaca BMKG DI Yogyakarta Hari Ini Sabtu 7 Mei 2022

Bagaimana tidak? Yamaha XSR 155 dirombak bahkan mencapai 70 persen, meliputi body set, fork depan, swing arm, dan tentunya wheelset.

Dijelaskan Wendy, Yamaha XSR 155 'Big Wheels' lahir lantaran ia terinspirasi dari Yamaha BW200, seri untuk dual purpose dirt bike Yamaha yang dibekali ban besar ala kendaraan all terrain vehicle (ATV).

Wajar apabila banyak yang belum tahu, sebab motor yang sempat dirilis kisaran tahun 1985 hingga 1989 ini tidak pernah masuk ke pasar Indonesia. Selain BW200, ketika itu Yamaha juga merilis dua seri dual purpose dirt bike lainnya yakni BW80 dan BW350.

"Saya memilih tema modifikasi itu karena unik dan berbeda, dan desain ini juga menjadi nostalgia model motor tahun 1980-an yakni Yamaha BW200 yang dibekali roda besar. Lantaran menggunakan roda yang besar, Yamaha XSR 155 ini menjelma menjadi motor yang siap diajak adventure. Bukan semata soal tampilan, tapi motor ini tetap fungsional," terang Wendy di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Diungkapkannya, tak ada kendala berarti yang ia temui dalam proses modifikasi. Namun satu bagian yang menurutnya cukup menguras pikiran serta tenaga ialah mengubah sektor kaki-kaki dan area transfer gear, agar bisa sesuai dengan penggunaan roda yang lebih besar.

"Saya menggunakan roda ATV dengan ring 10 yang dibalut ban dual purpose. Dari proses ini saya bikin braket untuk tromol disk dan gear dengan ulir balik di bagian disk. Tujuannya semisal mau ganti pelek bisa dilepas. Roda depan pun demikian saya juga bikin tromol dan breket disk-nya," kata Wendy.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved