Kunjungan Wisatawan di Sleman Meningkat 16-89 Persen di Penghujung Libur Idulfitri 2022
Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman meningkat hingga penghujung libur Idulfitri 2022. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Suparmono
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman meningkat hingga penghujung libur Idulfitri 2022.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Suparmono mengatakan kunjungan wisatawan meningkat sejak H+1 Idulfitri .
Jumlah wisatawan semakin meningkat hingga penghujung libur Idulfitri .
Baca juga: BREAKING NEWS: Warga Blokir Akses Jalan Menuju TPA Piyungan
"Kunjungan wisatawan di destinasi wisata mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan hari ke 2 setelah lebaran. Terhitung hari ke 3 setelah lebaran (Kamis 5 Mei) rata-rata pengelola destinasi wisata di Sleman melaporkan kenaikan kunjungan kisaran 16 persen sampai dengan 89 persen," katanya, Sabtu (07/05/2022).
Ia mengungkapkan jumlah pelancong yang datang ke Kaliurang sebelumnya tercatat 5.152 orang menjadi 6.116 orang. Sehingga ada peningkatan sekitar 16 persen.
Hal serupa dialami oleh destinasi Bhumi Merapi dan Obyek Wisata Alam (OWA) yang dikelola BalaI TNGM yaitu Tlogo Muncar, Kalikuning Park dan Plunyon meningkat 20 persen.
"Rata-rata destinasi dengan kenaikan 20 persen atau di bawahnya memang sudah tinggi pada angka awal kunjungannya," ungkapnya.
Suparmono melanjutkan peningkatan signifikan terjadi di Kaliadem.
Bahkan peningkatan mencapai 70 persen. Pengunjung yang sebelumnya hanya 3.415 menjadi 5.797.
Peningkatan juga terjadi di Candi Prambanan. Jumlah pengunjung sebelumnya hanya 11.626 menjadi 21.945.
Artinya ada peningkatan sebanyak 89 persen.
Peningkatan serupa juga terjadi di Tebing Breksi naik 67 persen, Waterpark Citra Grand naik 86 persen, Jogja Eksotarium dan SKE naik 35 persen.
Ia memprediksi angka kunjungan walaupun sedikit akan terus meningkat hingga Minggu (08/05/2022) besok.
Baca juga: Thariq Halilintar Panik Fuji An Tak Bisa Dihubungi, Ternyata sang Kekasih Nyusul ke Singapura
Prediksi tersebut didasari dengan masih banyaknya kendaraan luar daerah yang berada di DIY. Tingkat hunian hotel di Sleman rata-rata masih penuh.
Selain itu, Sleman berada di jalur strategis pada ruas jalan antarprovinsi juga memberikan keleluasaan bagi pelaku perjalanan arus balik mudik untuk mampir berwisata ke Sleman.
"Saya yakin teman-teman pengelola destinasi wisata mampu menangkap peluang serta menjaga konsistensi layanan terbaiknya bagi wisatawan," imbuhnya. (maw)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-sleman_20180731_185753.jpg)