Travel

Penampakan Pasar Beringharjo Yogyakarta yang Kembali Menggeliat di Libur Lebaran 2022

Setelah lebih kurang dua tahun sepi karena pandemi Covid-19, tahun ini pusat ekonomi masyarakat Yogyakarta tersebut kembail dipenuhi pengunjung. 

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWO
Kembali menggeliat - Suasana Pasar Beringharjo saat libur Lebaran tahun ini, Jumat (6/5/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM - Pasar Beringharjo Yogyakarta kembali menggeliat. Pengunjung baik wisatawan maupun para pemudik di hari libur lebaran Idulfitri 2022 ini tampak ramai memenuhi Pasar Beringharjo yang berada di bagian selatan jalan Malioboro Yogyakarta.

Setelah lebih kurang dua tahun sepi karena pandemi Covid-19, tahun ini pusat ekonomi masyarakat Yogyakarta tersebut kembail dipenuhi pengunjung. 

Kebijakan pemerintah mengizinkan mudik alias pulang kampung di hari lebaran 2022 tampaknya menjadi faktor yang menentukan sehingga Pasar Beringharjo kali ini kembali menggeliat. 

Pembatasan selama pandemi Covid-19 selama dua tahun cukup menghantam sendi perekonomian para pedagang.

Pasar Beringharjo pada libur lebaran kali ini kembali dijejali pemudik dan wisatawan, jelas ini berbeda dari dua tahun sebelumnya.

Ramai pedagang dan pembeli yang tawar menawar harga kembali berkumandang. Perekonomian pun kembali menggeliat.

Di pintu masuk Pasar Beringharjo Jumat (6/5/2022) siang penuh dengan wisatawan yang berbelanja.

Kembali menggeliat - Suasana Pasar Beringharjo saat libur Lebaran tahun ini, Jumat (6/5/2022)
Kembali menggeliat - Suasana Pasar Beringharjo saat libur Lebaran tahun ini, Jumat (6/5/2022) (KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWO)

Berbagai jenis buah tangan bermotif batik mejadi sasaran para wisatawan. Mulai dari kaos batik, kain batik, dan daster batik diburu para pelancong.

Seorang pedagang, Riyanti (57) mengatakan, libur Lebaran kali ini jauh lebih baik dibanding musim libur sebelumnya, terutama saat diberlakukannya pembatasan kegiatan masyarakat.

"Alhamdulillah, sudah ada kemajuan lebih mending daripada kemarin. Kalau dibandingkan sebelum pandemi ya masih jauh," tutur Riyanti ditemui di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, Jumat.

Wanita yang sudah 32 tahun menjual batik di Pasar Beringharjo ini mengaku tidak bisa merinci berapa banyak penjualan souvenir batiknya.

"Nggak ada 100 potong, tetapi lebih dari 50 potong," kata dia.

Batik yang dijual bermacam-macam, dengan rentang harga Rp 25.000 hingga Rp 65.000.

"Jual macam-macam ada daster, sprei, dan kain. Kalau daster Rp 25.000 sampai Rp 35.000 kalau bahan lebih halus ya Rp 65.000," beber dia.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved