Isi Pertemuan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri di Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah

Apa isi pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di kediaman Megawati?

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
Dok.PDI Perjuangan
Foto dok ilustrasi: Megawati Soekarno Putri dan Prabowo Subianto saat bertemu di kediaman Megawati Soekarno Putri, Rabu (24/7/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM - Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri bertemu selama 1,5 jam pada hari pertama lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah, Senin (2/5/2022).

Apa isi pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng Jakarta Pusat itu?

Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menjelaskan perihal isi pertemuan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri pada Senin pukul 14.00 WIB itu.

Pada intinya, pertemuan itu merupakan silaturahmi. 

Prabowo datang didampingi putranya, Didit Hediprasetyo dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani.

Megawati yang menyambut Prabowo didampingi putra-putrinya, Prananda Prabowo dan Puan Maharani serta anggota keluarga lain.

Hadir pula Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto, politisi PDI-P Tjahjo Kumolo dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan.

Hasto mengatakan, tidak ada pembahasan soal politik terkait Pemilu ataupun Pilpres 2024 dalam pertemuan itu.

"Terkait dengan 2024, tidak ada pembahasan terkait dengan hal tersebut, karena kan momentumnya momentum untuk Idul Fitri," kata Hasto, seusai pertemuan, Senin.

Hasto mengungkapkan, perbincangan berlangsung akrab dan kekeluargaan. Megawati menyediakan sejumlah menu khas Lebaran seperti ketupat dan opor kepada Prabowo dan para tamu.

"Ibu (Megawati) mempersilakan Pak Prabowo untuk menikmati makanan yang disediakan, ada ketupat, sayur dan berbagai makanan dalam idul Fitri," ujarnya.

Prabowo dan Megawati disebut membicarakan hal-hal yang santai, seputar kesehatan hingga makanan. Tak lupa pertemuan itu dimanfaatkan untuk saling memaafkan.

Hasto menuturkan, kedatangan Prabowo dimaknai sebagai silaturahmi tokoh nasional dalam menjaga persahabatan meski berbeda partai politik.

"Kedatangan Pak Prabowo kemudian silaturahim itu kan juga menunjukkan bagaimana persahabatan di dalam politik sebagai sesama pemimpin itu juga dibangun," kata Hasto.

Hal senada diungkapkan oleh Ahmad Muzani. Ia mengungkapkan, dua pimpinan parpol itu tidak membicarakan soal politik saat bersilaturahmi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved