Libur Lebaran 2022, Dua Destinasi Candi di Sleman Siap Dibuka
Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Sleman bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY bersepakat untuk membuka dua destinasi candi
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Sleman bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY bersepakat untuk membuka dua destinasi candi pada momen libur lebaran.
Yaitu, Candi Kalasan dan Candi Sari. Kedua candi Buddha tersebut, sebelumnya sempat ditutup sejak awal pandemi. Kini, untuk memperkaya khazanah pariwisata Sleman, kedua Candi tersebut bersiap dibuka kembali.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Suparmono menyampaikan, saat ini di Kabupaten Sleman ada 3 candi yang telah beroperasi menerima kunjungan wisatawan.
Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta 29 April 2022: Tambah 10 Kasus Baru, Nihil Pasien Meninggal
Yaitu candi Sambisari, candi Ijo, dan candi Banyunibo. Nantinya, pada hari ke-2 libur lebaran atau 3 Mei 2022, pihaknya akan mengoperasionalkan 2 candi lagi.
Yaitu, candi Kalasan dan candi Sari. Kedua candi tersebut mempunyai nilai historis yang menarik dan saling terkait satu sama lain.
"Retribusi masuk ke masing-masing candi Rp 6 Ribu," katanya, Jumat (29/4/2022).
Menurut dia, Candi Kalasan mulai dibuka tahun ini setelah berkoordinasi dengan Balai BPCB dan telah dinyatakan selesai proses pemugaran.
Suparmono berharap kemegahan situs candi, nilai cerita sejarah, dan letaknya yang strategis di Jalan Jogja- Solo kilometer 14 atau hanya sekitar 2 kilometer arah barat candi Prambanan dapat menjadi tujuan alternatif bagi wisatawan yang sedang berlibur di DIY.
"Sebenarnya candi Barong juga ingin kita buka, tetapi karena masih proses pemugaran belum dapat kami buka tahun ini," kata dia.
Kepala Balai BPCB DIY, Zaimul Azzah mengatakan, candi Kalasan telah selesai proses pemugaran dan dapat dikunjungi untuk penelitian maupun berwisata.
Menurutnya, Candi Kalasan mempunyai keistimewaan yang tidak dimiliki oleh seluruh candi di Indonesia, yaitu adanya sebuah batu berbentuk setengah lingkaran tepat di depan tangga sisi timur.
Baca juga: H-3 Lebaran 2022, Jalur Mudik di Patuk Gunungkidul Terpantau Masih Landai
"Ini sebagai moonstone (batu bulan), yang lazim terdapat di kuil-kuil Buddha India Selatan. Keistimewaan lainya adalah bagian dinding luar candi dilapisi lepa yang disebut bajralepa diartikan sebagai diamond cement sebagai lapisan seperti acian di jaman sekarang, dan juga berfungsi sebagai pencerah warna batu andesit yang hitam keabuan menjadi putih bersinar," katanya.
Sebagaimana diketahui, candi Kalasan diperkiraan merupakan sebuah vihara untuk memuja Dewi Tara yang didirikan sekitar tahun 778 M.
Pada perkembangan, penelitian para arkeolog menghubungkan pendirian vihara dengan Candi Sari sebagai semacam asrama atau tempat tinggal para biksu yang terletak di sisi timur Candi Kalasan dengan jarak lebih kurang 500 meter.
Keberadaan kata “sari” berarti cantik atau elok. Penamaan tersebut kemungkinan didasari atas kenyataan bahwa Candi Sari memiliki hiasan serta corak gaya bangunan yang indah. (rif)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Candi-Kalasan-dan-Candi-Sari-Dok-Balai-BPCB-DIY.jpg)