Berita Kriminal
Misteri Identitas Jasad Perempuan di Probolinggo: Tanpa Busana dengan Luka Lebam di Leher & Kepala
ditemukan adanya luka diduga akibat benturan benda keras di leher belakang leher, kepala dan pundak.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM - Perempuan yang ditemukan meninggal dunia di pekarangan warga di Probolinggo pada Senin 25 April 2022, hingga hari ini belum dikenali siapa identitasnya.
Misteri identitas mayat perempuan di pekarangan warga tersebut belum terungkap, karena saat ditemukan tanpa tanda pengenal atau kartu identitas, dalam kondisi tanpa busana serta wajahnya sudah tak dikenali.
Selain tanpa identitas, penyebab meninggalnya perempuan itu juga masih tanda tanya. Petugas di lokasi menemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
Baca juga: Perempuan Ditemukan Meninggal Dunia Tanpa Busana di Pekarangan Warga di Probolinggo
Sayangnya, warga di Desa Legundi Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, di sekitar lokasi penemuan mayat perempuan itu tak ada yang mengenal siapa sesosok tak bernyawa tersebut.
Usia 30an
Kapolsek Bantaran AKP Sugeng Hariyanto mengungkapkan sejumlah ciri-ciri mayat perempuan itu, yakni tinggi badan sekitar 150 sentimeter.
Kemudian gigi ompong dan memiliki rambut tipis.
Diperkirakan usianya sekitar 30 tahun dan meninggal dunia sejak 5 hingga 6 hari lalu.
"Ciri-ciri lain, jari-jari kaki dan tangannya lentik," papar Kapolsek, seperti dikutip dari Surya.co.id.
Luka lebam
Sugeng menjelaskan, ditemukan adanya luka diduga akibat benturan benda keras di leher belakang leher, kepala dan pundak.
"Di bagian belakang lehernya ada luka lebam yang diperkirakan karena terkena benturan dari benda keras. Di kepala dan pundak juga ada bekas benturan benda keras," kata dia.
Polisi kini masih menyelidiki penyebab kematian wanita itu.
Adapun mayat dibawa ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk otopsi.
"Besok ada warga yang mau mengecek ke RSUD. Mayat perempuan itu tidak dikenali oleh pihak Pemdes (Pemerintah Desa) dan warga sekitar," kata Sugeng.
Diberitakan sebelumnya seorang perempuan ditemukan meninggal dunia tanpa busana dan tanpa identitas di pekarangan warga di Probolinggo.
Polisi setempat langsung melakukan penyelidikan menyusul adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh perempuan tersebut.
Abu Kasmari, perangkat desa Legundi, mengatakan jasad perempuan ditemukan warga setempat saat beraktivitas di dekat pekarangan, sekira pukul 08.00 WIB.
Jasad perempuan itu ditemukan warga di lahan pekarangan Desa Legundi, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, Senin (25/4/2022).
Menurutnya, kondisi jasad tersebut ditemukan dalam kondisi telah membusuk dan tanpa busana. Posisinya tergeletak miring ke kanan.
Penemuan bermula dari terciumnya aroma tak sedap dari arah pekarangan.
Warga penasaran dengan bau itu, kemudian menelusurinya.
Saat menelusuri itulah, warga justru menemukan sesosok jasad perempuan dengan kondisi telah membusuk dan tanpa busana di pekarangan.
"Warga langsung melaporkan temuan itu kepada saya. Lalu saya teruskan ke Polsek Bantaran," katanya.
Secara kasat mata, lanjutnya, diduga ada luka bekas penganiayaan di tubuh korban.
Luka lebam yang berada di pundak kanan itu diduga seperti habis terkena pukulan benda tumpul.
"Saya tak tahu pasti apakah ada kaitannya dengan kasus pembunuhan atau tidak. Polisi juga masih menyelidikinya," paparnya.
Sementara, mayat perempuan tersebut sudah sulit dikenali.
Selain itu, tidak ditemukan kartu identitas korban di lokasi.
"Identitas korban belum diketahui. Para warga juga sulit mengenalinya karena kondisi mayat sudah membusuk," pungkasnya.
Usai mendapat laporan warga, polisi bergegas menuju lokasi penemuan mayat perempuan.
Sesampainya di lokasi petugas memasang garis polisi.
Polisi telah melakukan olah TKP dan menghimpun keterangan sejumlah saksi.
Para warga berbondong-bondong ke lokasi kejadian usai informasi penemuan mayat tersebar di media sosial. Mereka tampak berkumpul di depan pintu masuk pekarangan.
Petugas mengevakuasi mayat perempuan ke Rumah Sakit Waluyo Jati, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
(*/surya/kompas.com )