Kisah Evakuasi Dramatis Arini yang Terhimpit di Bawah Reruntuhan Alfamart Gambut

Arini adalah pengunjung gerai Alfamart Gambut yang ambruk pada Senin (18/4/2022) hingga menimpa belasan orang di dalamnya

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
IST via Banjarmasin Post
Proses evakuasi Arini yang terjebak di bawah reruntuhan Alfamart Gambut yang ambruk pada Senin (18/4/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM - Arini Sintia Seftiana akhirnya berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan toko Alfamart Gambut yang ambruk. Ia berhasil diselamatkan pukul 10 malam, meski dengan luka-luka di sekujur tubuhnya. 

Arini adalah pengunjung gerai Alfamart Gambut yang berada di Jalan Ahmad Yani KM 15, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Gerai ini ambruk pada Senin (18/4/2022) hingga menimpa 14 orang di dalamnya yang terdiri atas pengunjung dan karyawan. Dari jumlah tersebut, lima di antaranya meninggal dunia. Sementara lainnya, mengalami luka-luka.

Kondisi Alfamart Gambut yang ambruk pada Senin (18/4/2022)
Kondisi Alfamart Gambut yang ambruk pada Senin (18/4/2022) (Banjarmasin Post)

Salah satu korban selamat itu adalah Arini.

Ia merupakan pengunjung Alfamart.

Meski selamat, Arini harus mendapatkan 10 jahitan akibat luka-luka yang dialaminya saat terhimpit reruntuhan gerai Alfamart.

Selain lengan yang patah dan kedua kaki, Arini juga mengalami luka-luka akibat terhimpit beton.

Evakuasi Korban Ambruknya Gerai Alfamart

Proses evakuasi Arini yang terjebak di bawah reruntuhan Alfamart Gambut yang ambruk pada Senin (18/4/2022)
Proses evakuasi Arini yang terjebak di bawah reruntuhan Alfamart Gambut yang ambruk pada Senin (18/4/2022) (IST via Banjarmasin Post)

Arini mengaku sempat pasrah, lantaran korban lainnya yang berada di atasnya tak bisa membantunya.

Sementara seluruh tubuh Arini terhimpit reruntuhan.

Beruntung ia masih memegang handphone di tangannya lantaran handphonenya memiliki ring handphone sehingga masih tersangkut di jarinya.

"Awalnya saya sulit sekali untuk melihat handphone karena tangan saya terhimpit, tapi kemudian saya paksa untuk bisa menggunakan handphone meski lengan saya patah," ujarnya.

Selama di dalam reruntuhan Arini yang merupakan warga Gambut hanya bisa pasrah sambil berzikir.

Ia sempat dinasehati korban lain untuk berzikir memohon pertolongan. 

Namun Arini tak menyerah, ia memilih untuk bangkit dan bisa memberitahu petugas di atas jika ada dirinya di titik tersebut.

Ia mencoba berteriak sekuat tenaga meminta pertolongan di atas.

Badannya yang terhimpit juga semakin terhimpit saat ada yang naik di atas beton yang menghimpitnya. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved