DOKU Hadirkan Pengalaman Berbelanja Non-tunai Gunakan Metode Scan QRIS di Bazaar Thrift di Solo

Bersama komunitas Sesi Tuku, DOKU akan menghadirkan pengalaman berbelanja non-tunai menggunakan metode scan QRIS bagi kaum millennials

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
DOKU menghadirkan pengalaman berbelanja non-tunai menggunakan metode scan QRIS 

TRIBUNJOGJA.COM - Perusahaan teknologi pembayaran DOKU terus memperluas jangkauan bisnisnya ke Jawa Tengah.

Kali ini, DOKU akan mendigitalisasi pembayaran di sebuah Bazaar Thrift kekinian pertama di kota Solo

Bersama komunitas Sesi Tuku, DOKU akan menghadirkan pengalaman berbelanja non-tunai menggunakan metode scan QRIS bagi kaum millennials, fashion enthusiast serta masyarakat setempat.

Bazaar bertema Lebaran Gembira #2 ini akan berlangsung pada tanggal 21 - 24 April 2022 di Sarkara Hall, de Tjolomadoe, mulai pukul 10.00 sampai dengan 21.00 WIB (Free Entry).

Herunata Joseph, AVP of Merchant Acquisition DOKU, menuturkan konsep Thrift Market yang semakin populer di kalangan millennials dan fashion enthusiast kota Solo merupakan momen yang tepat untuk menunjukkan manfaat dari digitalisasi pembayaran secara langsung bagi pelaku UMKM yang berpartisipasi, khususnya mereka yang sudah berjualan di media sosial.

"Ke depannya kami berharap kemudahan pembayaran digital yang kami hadirkan saat ini dapat semakin luas dimanfaatkan dan mendukung percepatan pertumbuhan bisnis UMKM di kota Solo,” terangnya.

Menandai 15 tahun kiprahnya mendigitalisasi pembayaran beragam bisnis di Indonesia, DOKU kian memperkuat eksistensinya dengan melayani beragam jenis bisnis dengan beragam skala usaha.

Tidak hanya segmen UMKM, DOKU pun terus memperluas portfolio merchant korporatnya di berbagai daerah di Indonesia.

Khusus di Jawa Tengah, saat ini layanan DOKU telah digunakan oleh berbagai bisnis, mulai dari tempat wisata, rumah sakit, sampai dengan transportasi.

“Melihat peran media sosial yang semakin penting bagi para pelaku UMKM, kami juga telah menyiapkan fitur pembayaran yang praktis, fleksibel dan mudah selain QRIS, yaitu berupa link bayar. Link bayar yang juga dapat berwujud WhatsApp link ini dirancang untuk mendukung aktivitas berjualan pelaku UMKM sehari-hari dari gadget mana saja secara real-time,” imbuh Heru.

Adapun Sesi Tuku adalah sebuah wadah berbentuk market sale yang dibuat dan digagas karena terinspirasi oleh sebuah keresahan yang timbul akibat kurangnya tempat berbelanja dan tempat berbisnis secara onsite terutama di bidang fashion, aksesoris, atau perlengkapan lain yang sifatnya second-hand, preloved, tetapi masih layak untuk diperjualbelikan dan dipergunakan kembali oleh para pembelinya.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengedukasi masyarakat cara baru untuk mengurangi barang yang menumpuk dan tidak terpakai untuk menjadi barang kesayangan orang lain. Kami juga ingin mempertemukan banyak komunitas khususnya di kota Solo untuk bisa membuat suatu movement agar bisa saling terhubung satu sama lain. Di jaman yang semuanya serba digital kami pun mengemas Bazaar Thriftt tahun ini sedemikian rupa sehingga baik para pelaku UMKM yang berpartisipasi maupun pembeli yang datang dapat merasakan pengalaman pembayaran non-tunai yang sesungguhnya, bekerjasama dengan DOKU tentunya sebagai mitra teknologi pembayaran kami,” ujar Gracea Yonkarowi Gladena, Founder Sesi Tuku. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved