Berita Pendidikan Hari Ini
Disdikpora DIY Targetkan Lima SMK Negeri Bisa Berstatus BLUD
Dengan status BLUD, maka sekolah mendapatkan kebebasan untuk mengelola pendapatannya untuk pengembangan kurikulum yang sesuai dengan teaching factory.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan ada lima SMK Negeri yang bakal berstatus Badan Layanan Usaha Daerah ( BLUD ) hingga akhir tahun 2022 ini.
Kepala Disdikpora DIY , Didik Wardaya mengatakan, hingga kini, baru tiga SMK Negeri yang sudah berstatus BLUD, dari total 38 SMK Negeri yang ada di DIY.
“Dengan status BLUD, maka sekolah mendapatkan kebebasan untuk mengelola pendapatannya untuk pengembangan kurikulum yang sesuai dengan teaching factory,” kata Didik, Selasa (19/4/2022).
Baca juga: Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, SMK-SMTI Yogyakarta Gelar Diklat Pengembangan Kompetensi Guru
Dia mengungkap, tiga SMK Negeri yang sudah menyandang status BLUD itu diantaranya ada SMK Negeri 6 Yogyakarta, SMK Negeri 1 Wonosari Gunungkidul dan SMK Negeri 1 Sewon Bantul.
Dengan konsep pengelolaan pendapatannya sendiri, tanpa harus disetorkan ke kas daerah, sekolah yang berstatus BLUD diharapkan mampu mengembangkan berbagai sarana prasarana serta infrastruktur pembelajaran sesuai dengan dunia kerja.
“Sehingga materi yang disampaikan kepada siswa otomatis mereplika kondisi nyata pada industri. Ini menghadirkan link and match antara pendidikan di sekolah dengan dunia kerja,” lanjutnya.
Didik menyatakan sebenarnya pihaknya mendorong semua SMK Negeri berstatus BLUD ke depan.
Namun ini semua tergantung dari kesiapan sekolah sendiri dalam memenuhi persyaratan BLUD diantaranya adalah rencana bisnis dan pengelolaan anggaran.
Sebagai BLUD sekolah-sekolah ini bisa menerapkan konsep industri murni sebagai skema pembelajaran bagi siswanya.
Baca juga: SMK-SMTI Yogyakarta Buka 3 Jalur Penerimaan Siswa Tahun 2022, Begini Syarat Lengkapnya
Didik mencontohkan di SMKN 6 Yogyakarta selain sudah memiliki hotel untuk penginapan umum, mereka juga memiliki cafetaria yang sepenuhnya dikelola siswa.
“Tahun ini kita menargetkan lima SMKN di DIY berstatus BLUD menyusul tiga sebelumnya. Seingat saya SMK Negeri 5 Yogyakarta, SMK Negeri Cangkringan Sleman, SMKN 1 Pandak Bantul dan dua lainnya lupa saya,” ujarnya.
Kepala SMKN 6 Yogyakarta, Wiwik Indriyani mengatakan melalui usaha perhotelan dan cafetaria, anak didiknya diajarkan langsung mempraktekan jam masuk kerja, yaitu lima hari kerja satu hari libur.
“Kedua usaha ini sepenuhnya dikelola dan dijalankan siswa secara bergantian sesuai jadwal yang sudah mereka susun. Demikian juga dengan siswa-siswa di program keahlian yang lain,” jelasnya.
Pada program keahlian tata boga dan tata busana, Wiwik menjelaskan para siswa diminta menyusun konsep produk dan pemasaran di bawah pengawasan guru. Dari hasil penjualan produk, lima persen menjadi milik siswa. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/vaksin-guru-di-di-yogyakarta-dimulai-hari-ini-disdikpora-targetkan-juli-mulai-sekolah-tatap-muka.jpg)