Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Dishub DIY Prediksikan Kendaraan Pemudik ke DIY Naik 20-30 Persen

Dishub DIY mulai bersiap mengawasi pergerakan masyarakat yang mudik lebaran di tahun ini.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Yuwantoro Winduajie
Kepala Dishub DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai bersiap mengawasi pergerakan masyarakat yang mudik lebaran di tahun ini.

Beberapa skema mulai dibahas agar pelaksanaan mudik lebaran kali ini berjalan aman dan lancar.

Kepala Dishub DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, dari segi persiapan jalur, wilayah jalur selatan menjadi titik perhatian dirinya maupun dari pihak kepolisian.

"Daerah pantai selatan akan ada rekayasa sedikit. Kami nanti koordinasi dengan Kabupaten Gunungkidul," katanya, Kamis (14/4/2022).

Baca juga: Mudik Lebaran 2022, Menhub : Tidak Ada Lagi Penyekatan, Tidak Ada Lagi Putar Balik

Koordinasi yang dilakukan yakni membahas formula pengurai kemacetan saat mudik maupun libur lebaran.

"Sifatnya situasional, kalau muncul kemacetan di daerah pantai, nanti jalur Mulo Gunungkidul bisa diterapkan satu arah," ungkapnya.

Dalam waktu dekat Dishub DIY juga akan mengumumkan jalur-jalur alternatif yang dapat dilalui pemudik maupun wisatawan.

"Misalnya kalau ingin ke Gunungkidul bukan hanya lewat Piyungan-Patuk saja, nanti ada jalan alternatif lain juga," terang dia.

Made memprediksikan tahun ini jumlah pemudik yang masuk ke wilayah DIY naik sebesar 20 hingga 30 persen.

Prediksi itu dikomparasikan dengan data pemudik saat 2019 silam.

"Karena di 2020 dan 2021 itu kan ada pembatasan dan lain-lain. Jadi kalau kami bandingkannya dengan 2019, itu naiknya 20 sampai 30 persen," terang Made.

Berdasarkan data Dishub yang diinformasikan, 2019 silam jumlah kendaraan yang masuk DIY saat mudik lebaran mencapai 4 juta kendaraan.

Baca juga: Dishub Prediksi Lalu Lintas Kota Yogyakarta Seperti Idulfitri Tahun 2019

Rinciannya untuk kendaraan roda dua sebanyak 2.372.552, sementara kendaraan roda empat sebanyak 1.656.620.

Dengan adanya lonjakan pemudik di tahun ini, Dishub DIY akan mendirikan posko pengawasan mudik di lima titik antara lain Pos Prambanan, Pos Patuk, Pos Terminal Jombor, Pos Wates dan Pos Induk kantor Dishub DIY.

"Kami akan memulai tanggal 25 April sampai 10 Mei. Sebelumnya kami imbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melakukan perjalanan mudik," jelas Made.

Ia memperkirakan masyarakat akan lebih banyak menggunakan moda transportasi kereta api dan kendaraan pribadi.

"Karena dari kemarin kami ke PO Bus itu masih sepi. Sepertinya mereka lebih memilih naik kereta dan kendaraan pribadi," pungkasnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved