Liga Champions
Rating Pemain Real Madrid 2-3 Chelsea: Mendy, Silva, Rudiger, Werner, Mount, Havertz
Real Madrid memastikan diri lolos ke babak semifinal Liga Champions setelah unggul agregat 5-4 atas Chelsea pada leg kedua laga perempat final.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM- Real Madrid memastikan diri lolos ke babak semifinal Liga Champions setelah unggul agregat 5-4 atas Chelsea pada leg kedua laga perempat final yang digelar di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (13/4/2022) dini hari WIB.
Berikut Rating Pemain Chelsea Vs Real Madrid Dilansir Tribun Jogja dari Laman Express:
Edouard Mendy - 6
Penjaga gawang Chelsea melakukan beberapa penyelamatan bagus di berbagai tahap permainan, yang memungkinkan timnya mengambil kendali. Tidak banyak yang bisa dia lakukan tentang kedua gol yang membuat dia kebobolan.
Reece James - 6
James dipindahkan ke peran bek tengah sisi kanan oleh Thomas Tuchel, mungkin dalam upaya untuk melawan ancaman Vinicius Junior. Itu adalah langkah yang terbukti menjadi panggilan bagus oleh pelatih kepala Chelsea - James melakukannya dengan baik setelah mendapat kartu kuning dan Vinicius berjuang untuk masuk ke dalam permainan.
Thiago Silva - 7
Ini adalah performa yang jauh lebih baik dari pertahanan Chelsea. Benzema mendominasi di Stamford Bridge pada leg pertama, mencetak hat-trick. Tapi dia sebagian besar dipaksa untuk memberi makan memo dalam game ini - sampai pemenangnya di perpanjangan waktu.
Antonio Rudiger - 8
Rudiger luar biasa pada malam itu. Sang bek tengah bertahan dengan baik, melangkah maju dengan bola dan mencetak gol sundulan yang sangat baik untuk gol kedua. Rudiger berada di atas semua orang dalam penalti dan dengan bola sedikit di belakangnya, mengarahkan usahanya tepat ke sudut.
Ruben Loftus-Cheek - 6
Tuchel menggunakan Loftus-Cheek sebagai bek sayap lagi di sini, seperti yang dia lakukan saat melawan Southampton pada hari Sabtu. Pemain berusia 27 tahun itu terlihat tidak nyaman saat bertahan, tetapi tendangannya dari dalam terkadang mengancam.
N'Golo Kante - 7
Kante kebobolan beberapa tendangan bebas berbahaya tetapi sebaliknya melindungi punggungnya dengan sangat baik. Biasanya cerdik dalam kepemilikan, mendorong beberapa serangan.
Mateo Kovacic - 7
Gelandang Kovacic memiliki permainan yang solid bersama Kante melawan mantan klubnya. Tugasnya duduk di depan pertahanan sementara trio menyerang kurang dihargai.
Mark Alonso - 6
Pemain Spanyol itu sangat disayangkan memiliki gol yang dianulir karena handball. Saat kedudukan 2-0, Alonso mengumpulkan umpan silangnya sendiri dan melepaskan tendangan setengah voli ke pojok atas gawang. Tapi itu sangat keras dinilai telah memukul tangannya sebelum serangannya.
Timo Werner - 8
Ini adalah salah satu penampilan terbaik Werner dengan seragam Chelsea. Dia melaju di pertahanan Los Blancos dan membuat beberapa peluang kunci. Dia kemudian mencetak gol solo yang indah untuk membuat skor agregat 4-3, tetapi Real segera menyamakan kedudukan melalui Rodrygo. Digantikan oleh Christian Pulisic di akhir 90 menit awal.
Kai Havertz - 7
Havertz memimpin lini depan dengan baik untuk the Blues dan tidak beruntung karena tidak mencetak gol dalam beberapa kesempatan.
Mason Mount - 8
Mencetak gol indah untuk membuka skor. Gelandang Inggris itu menyerbu ke depan dan menyarangkan sepak pojok ke gawang Thibaut Courtois. Mount memiliki permainan yang jauh lebih baik daripada yang dia lakukan di leg pertama, menekan dan menyerang terus-menerus dan membuktikan ancaman bagi lini belakang Madrid.
Subs
Christian Pulisic - 6
Menggantikan Werner tetapi gagal memberikan banyak dampak. Tuchel mungkin lebih baik mempertahankan pemain Jerman itu di lapangan.
Hakim Ziyech - 6
Pemain Maroko itu menggantikan Kante dengan Chelsea yang membutuhkan gol perpanjangan waktu, tetapi tidak melakukan cukup banyak untuk menciptakan peluang.
Jorginho - T/A
Gelandang itu menggantikan Ruben Loftus-Cheek saat Tuchel melemparkan lebih banyak pemain ke depan tetapi rencananya tidak berhasil.
Ialah penyerang senior Prancis, Karim Benzema yang lagi-lagi menjadi juru selamat bagi Real Madrid, berkat gol yang ia cetak pada babak pertama perpanjangan waktu tepatnya menit ke-96, setelah pada waktu normal Chelsea unggul 1-3. Lantaran agregat sama kuat 4-4, pertandingan berlanjut ke babak tambahan.
Sekadar informasi, Real Madrid lebih dulu memimpin 3-1 pada leg pertama berkat hattrick Karim Benzema. Sementara, satu gol Chelsea kala itu dicetak Kai Havertz.
Chelsea kemudian mencetak tiga gol pada leg kedua yang masing-masing dibukukan Mason Mount (15'), Antonio Rüdiger (51'), dan Timo Werner (75').
Adapun Real Madrid juga menambah pundi-pundi gol melalui aksi Rodrygo pada menit ke-80. Hasil ini membuat agregat kedua tim menjadi imbang 4-4, sebelum Karim Benzema mengakhiri perlawanan Chelsea berkat gol yang ia cetak pada tambahan waktu.
Jalannya Pertandingan
Chelsea dan Real Madrid langsung tampil menekan sejak sepak mula.
Namun, Chelsea lah yang berhasil unggul setelah Mason Mount menciptakan gol pada menit ke-15.
Berawal dari umpan Ruben Loftus-Cheek yang diteruskan Timo Werner dengan pahanya, bola berhasil memasuki kotak penalti dan dikejar Mason Mount.
Mount, tanpa mengontrol bola, kemudian melepaskan tendangan kaki kanan.
Bola tendangan Mount sukses meluncur deras ke gawang Real Madrid tanpa bisa diantisipasi sang kiper, Thibaut Courtois.
Ini merupakan gol perdana Mount di Liga Champions sejak dia mencetak gol ke gawang Real Madrid di semifinal 2020-2021.
Berkat gol itu, Opta mencatat bahwa Mount menjadi pemain Inggris ketiga yang mencetak gol Liga Champions melawan Real Madrid di Bernabeu, setelah Alan Smith untuk Leeds United pada 2001 dan Danny Welbeck untuk Manchester United.
Tertinggal satu gol, Real Madrid langsung bereaksi dengan menekan pertahanan Chelsea melalui aksi Vinicius Junior.
Vinicius Junior berhasil merangsek ke dalam kotak penalti dari sisi kiri pertahanan Chelsea.
Namun, upaya Vinicius tak berbuah hasil setelah tak ada pemain Real Madrid menyambut umpannya di tengah gawang.
Pada menit ke-23, Real Madrid kembali melancarkan serangan demi menyamakan skor.
Kali ini ancaman datang lewat Karim Benzema yang melepaskan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti.
Beruntung bagi Chelsea, bola tendangan Benzema membentur kepala Thiago Silva sehingga melambung ke atas gawang dan hanya menghasilkan sepak pojok.
Saat laga memasuki menit ke-34, giliran Chelsea yang mengancam gawang Real Madrid melalui aksi Antonio Ruediger.
Ruediger mencoba peruntungannya dengan melepaskan tendangan kaki kanan dari luar kotak penalti.
Namun, bola tendangannya melebar tipis dari gawang Real Madrid.
Tak ada tambahan gol tercipta hingga wasit Szymon Marciniak mengakhiri babak pertama.
Babak pertama ditutup dengan keunggulan Chelsea dari segi skor maupun dominasi permainan.
Menurut statistik UEFA yang dikutip BolaSport.com, Chelsea memiliki penguasaan bola mencapai 52 persen.
Dari segi peluang, mereka mampu menciptakan tembakan 8 yang 2 di antaranya menuju ke gawang.
Sementara itu, Real Madrid hanya berhasil memproduksi 3 tembakan tanpa satu pun mengarah tepat sasaran.
Usai turun minum, Chelsea masih membutuhkan satu gol lagi untuk menyamakan skor agregat menjadi 3-3.
Situasi itu terwujud pada babak kedua tepatnya menit ke-51 berkat gol Antonio Rüdiger yang menyambut sepak pojok Reece James dengan tandukannya.
Chelsea sejatinya sempat mencetak gol keempat lewat Marco Alonso pada menit ke-62. Namun, gol tidak disahkan setelah wasit meninjau Video Assistant Referee (VAR).
Tayangan ulang VAR menunjukkan Marco Alonso melakukan handsball sebelum membobol gawang Real Madrid.
Sementara itu, serangan balik Real Madrid nyaris berbuah gol pada menit ke-64. Sebuah umpan silang diterima Karim Benzema tetapi sundulannya membentur mistar gawang.
Alih-alih mencetak gol, Real Madrid justru kebobolan lagi pada menit ke-75. Kali ini, giliran Timo Werner yang merusak jala gawang si tuan rumah.
Werner mencetak gol dari sudut sempit usai melewati Casemiro, Nacho, hingga David Alaba sebelum akhirnya melepaskan tendangan yang gagal diantisipasi Courtois.
Setelah tertinggal 4 gol pada laga ini, Real Madrid baru berhasil membukukan gol pada menit ke-80 melalui tendangan Rodrygo yang menyambut umpan silang Luka Modric.
Gol tersebut membuat agregat menjadi 4-4 dan skor tersebut bertahan hingga pertandingan berakhir dalam waktu normal. Artinya, laga pun berlanjut ke babak extra time atau tambahan waktu.
Pada babak tambahan, tuan rumah yang berada di posisi yang sulit sepanjang pertandingan justru mampu kembali mencetak gol untuk membuat agregat menjadi 5-4, berkat gol yang dicetak Karim Benzema menit 96.
Di sisa tambahan waktu, Chelsea mencoba untuk membuat gol keempat mereka. Sayang, gol itu tidak tercipta. Chelsea mengalahkan Madrid 3-2, tapi Los Blancos yang lolos ke semifinal karena menang agregat 5-4.
(TRIBUNJOGJA.COM/ HAN)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Real-Madrid-2-3-Chelsea-Rating-Edouard-Mendy-Silva-Rudiger-WernerMason-Mount-Kai-Havertz.jpg)