Viral Medsos

VIRAL MEDSOS Kisah Pemuda Bunuh Diri Tinggalkan Surat di Google Drive

Media sosial Twitter digemparkan dengan seorang pemuda melakukan tindakan bunuh diri di tempat tinggalnya

Tayang:
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Ikrob Didik Irawan
via kompas.com
Ilustrasi bunuh diri 

TRIBUNJOGJA.COM - Media sosial Twitter digemparkan dengan seorang pemuda melakukan tindakan bunuh diri di tempat tinggalnya, Sleman, DI Yogyakarta.

Awalnya, kasus tersebut dicuitkan oleh salah satu akun di Twitter pada Senin (4/4/2022).

Dalam tweet tersebut, pemilik akun mengatakan ada penemuan mayat gantung diri di selatan Casa Grande.

Terdapat video yang disematkan, seperti ambulans yang sedang berjalan mundur, mungkin mau mengambil jenazah dari pemuda tersebut.

Kemudian, ada netizen yang memberitahu tentang surat digital yang ditulis oleh mendiang.

Netizen menaruh link tersebut di thread Twitter, membalas akun yang pertama kali mencuitkan kematian pemuda itu.

Dari surat digital yang ia taruh di Google Drive, dia seperti sudah merencanakan hal tersebut sejak lama.

Surat berformat PDF itu juga sudah tersebar di media sosial.

V menceritakan kisahnya yang menjadi yatim piatu sejak kecil.

Dia memilih hidup sendiri, ditolak komunitas, masalah percintaan, keuangan, pekerjaan, pinjaman online hingga mengalami problematika mental.

Ia tidak memiliki wali secara hukum. Maka, dia sempat menuliskan bahwa hutang yang ia dapatkan dari pinjaman online tidak perlu dibayar.

Selain karena dia tidak memiliki ahli waris, Valeri juga tidak memiliki orang tua maupun wali.

Di surat PDF-nya itu, Valeri membagi kisah menjadi tiga babak, yakni prolog, ACT I dan ACT III layaknya sebuah drama.

Ia menuliskan kisah dengan bahasa Inggris. Menurutnya, itu bisa menarik perhatian lebih banyak orang, tidak hanya orang Indonesia, tapi juga warga asing.

Sebelum mencapai ACT I, Valeri mengucapkan terimakasih kepada keluarga besar dan orang-orang terdekat yang pernah singgah di hidupnya.

Satu per satu, dia sebutkan, termasuk teman-temannya yang baru dia temui. Valeri juga meninggalkan kesan-kesan kepada para sahabat.

Selain surat digital, ada pesan yang diduga ditulis dengan tangan olehnya tersebar di media sosial.

"Sebelum kalian nemu ini sebelum tanggal (tak terlihat jelas tanggal yang tertulis), tenang aja bakal ada penjelasan habis itu. Bakal banyak yang tau, aku punya rencana," tulis korban melalui tulisan tangan dengan spidol berwarna kuning.

"Jangan potong kuku dan rambutku, ati-ati pas mandiin. Aku habis semiran. Takutnya ngelunturin baju putih, jangan copot gelang tangan dan kaki, semua barangku jual aja," tulis korban lagi menggunakan spidol berwarna biru.

Di akhir surat digital, Ia menuliskan dirinya tidak ingin orang-orang meremehkan orang lain dengan perilaku maupun pernyataan.

Bagi dia, sekecil apapun perilaku buruk yang dilakukan bisa membuat orang lain tersakiti.

“Aku buat semua cerita dan tulisan ini soalnya aku mulai kehilangan untuk mengingat banyak memori di masa lalu,” katanya di surat itu.

Awalnya, dia hanya tidak ingat hal-hal buruk saja, tapi kemudian ia sadar, dirinya tidak ingat banyak hal.

Ini membuat dia harus membuka chat dan mengingat-ingat kenangan indah lebih dalam lagi.

“Aku khawatir kalau gak banyak orang yang tahu (tentang kisahnya), nanti orang jadi gak sadar bahkan menganggap remeh masalah (mental) ini,” tambahnya.

Di akhir kata, ia benar-benar mengucapkan maaf, terimakasih dan selamat tinggal.

( Tribunjogja.com | Bunga Kartikasari )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved